Selasa, 24 Mei 2022

Pria Tunanetra di Bangkinang Mengaku Dipukul Berulangkali di Kepala dan Badan Oleh Oknum Polisi

Seorang penyandang tunanetra di Bangkinang mengaku dipukul berulangkali oleh oknum polisi.

Bangkinang (Riaunews.com) – Seorang remaja penyandang tunanetra bernama Chandra (19), diduga ditinju oleh anggota Polres Kampar, Sabtu malam (26/2/2022), di Jalan Ahmad Yani, Bangkinang, Kampar, Riau.

Dilansir kumparan, Chandra yang mengalami buta ini dipukul sebanyak 3 kali di bagian kepalanya, dekat mata sebelah kiri.

Sedangkan temannya, Rendy (19), juga ditinju sebanyak 6 kali. Perinciannya, 4 kali di kepala sedangkan lainnya di bagian perut dan wajah.

Kronologisnya, kedua remaja ini hendak menjemput barang di Bangkinang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi BM 2876 ZAE dari Salo, berjarak sekitar 15 kilometer.

Rendi yang membonceng Chandra, diberhentikan oleh anggota Polres Kampar karena tidak memakai helm di Jalan Ahmad Yani, dekat Pendopo Bupati Kampar.

“Saat kami mau kabur, motor polisi itu tersenggol sama kami dan patah lampu sennya. Lalu ia marah dan membenturkan kepala kami (berdua),” ungkap Rendi, Selasa (1/3/2022).

Tidak hanya dibenturkan, Rendi juga mendapat tamparan di wajah kiri dan dibogem pada bagian perut.

“Saya ditampar dan dipukul (tinju) bagian perut dan kepala sebanyak enam kali,” jelasnya.

Chandra yang buta juga tak luput dari amarah polisi yang mengendarai motor dinas Vixion. Ia juga mendapat pukulan 3 kali di bagian kepalanya anggota Polres Kampar.

“Saya dipukul pada pipi bagian kiri. Saya sudah minta ampun masih saja dipukul,” jelasnya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, keduanya, Rendi dan Chandra serta motor dikendarai dibawa ke Polres Kampar untuk ditilang.

Pukul 23.00 WIB, orangtua Rendi datang menjemput dan sang polisi yang memukul baru sadar kalau Chandra tidak bisa melihat.

Menanggapi hal ini, Kapolres Kampar AKBP Rido Purba akan menyelidiki kasus ini terlebih dahulu.

“Nanti saya cek ya, Makasih infonya,” tutup AKBP Rido Purba. ***

Tinggalkan Balasan