Minggu, 26 Juni 2022

Putin Klaim Menang di Mariupol, Markas Batalion Azov Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin.

Moskow (Riaunews.com) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, klaim militernya berhasil memenangkan pertempuran atas pihak Ukraina di Kota Mariupol, Kamis (21/4) waktu setempat.

Mariupol disebut-sebut sebagai markas pasukan sayap kanan Ukraina, Batalion Azov, yang dituduh Rusia sebagai Neo-Nazi.

Putin juga memuji perjuangan semua prajuritnya sebagai pahlawan yang membela Rusia dari ancaman musuh.

“Saya ingin mereka (prajurit Rusia) semua tahu, di dalam pikiran rakyat Rusia, mereka adalah para pahlawan,” tutur Putin dalam siaran televisi pemerintah Rusia, seperti dikutip dari Reuters.

Putin juga memerintahkan pasukannya untuk membatalkan gempur pabrik baja Azovstal, Mariupol, yang merupakan tempat persembunyian 2.000 tentara dan milisi perlawanan Ukraina. Sebagai gantinya, ia meminta militer untuk mengepung seluruh pintu masuk pabrik di kota tersebut.

“Tidak perlu memanjat untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah itu dan merangkak di dalam fasilitas industri tersebut. Blok semua area industri bahkan lalat pun tidak bisa keluar,” tutur Putin.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, juga sebelumnya menegaskan kemenangan Rusia di Mariupol amat penting. Pasalnya, Mariupol merupakan markas terkuat Batalion Azov yang diklaim pihaknya berhasil dihancurkan dan dikuasai.

Shoigu kemudian membuat laporan kepada Putin bahwa pasukannya berhasil membunuh 4.000 tentara Ukraina di Mariupol. Ia juga mengklaim sekitar 1.478 tentara Ukraina menyerah dan telah mengevakuasi 142.711 warga sipil keluar Mariupol.

Menanggapi itu, Putin memerintahkan Shoigu membuat rencana baru untuk memberikan dukungan penuh para prajurit Rusia yang berperang di Ukraina.

“Kita harus menyiapkan dukungan tambahan, dan dalam hal tertentu, untuk melanggengkan ingatan para kamerad yang menunjukkan kepahlawanan dan mengorbankan hidup mereka untuk kedamaian rakat kita di Donbas (Ukraina timur) dan untuk memastikan kehidupan yang tenang dan eksistensi Rusia, negara yang damai,” kata Putin.***

Tinggalkan Balasan