Rabu, 10 Agustus 2022

Terima laporan Forum Mujahid terkait postingan Denny Siregar, polisi janji akan tindaklanjuti

Kapolres Tasikmalaya menerima laporan ujaran kebencian atas Denny Siregar oleh perwakilan Ormas Islam.

Tasikmalaya (Riaunews.com) – Usai menggelar orasi di depan Mapolresta Tasikmalaya, sejumlah perwakilan ormas Islam dan kepemudaan akhirnya diterima oleh Kapolres Tasikmalaya beserta jajarannya.

Ketua Forum Mujahid Tasikmalaya mewakili perwakilan ormas Islam dan pelapor atas nama Ustad Ruslan Abdul Ghani dari Pontren Darrul Ilmi, menyerahkan langsung berkas perkara aduan kepada Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto, Kamis (02/07/2020), terkait tuduhan santri teroris yang ditulis di media sosial Facebook.

Baca: Forum Mujahid akan pastikan Denny Siregar ketemu batunya di Tasikmalaya

AKBP Anom berjanji akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan umat Islam Tasikmalaya tersebut, dan secara intensif akan memberikan SP2HP atau hasil-hasil progres penyelidikan dan penyidikan yang akan dilakukan oleh pihak penyidik.

“Kami akan bertindak sesuai hukum yang berlaku, tentu saja semua masyarakat memiliki hak untuk melakukan pelaporan, apakah laporan ini layak digelar perkarakan tentunya kami berkoordinasi dengan pimpinan atas,” ucap Anom.

Disinggung masalah tak pernah digubrisnya sejumlah laporan umat islam oleh Bareskrim Polri, berkenaan dengan ulah Deni Siregar yang tercatat mencapai 8 laporan, sehingga menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri, AKBP Anom menegaskan bahwa Polri seharusnya bertindak berdasarkan aturan hukum.

“Ya karena sejatinya Polisi ini bertindak berdasarkan aturan hukum, dan tentunya ada tindak pidana yang dilaporkan dengan terlapor atas nama Deni Siregar, tentunya kita akan fokus di kasus itu saja,” tambahnya.

Baca: Wagub Jabar dukung pelaporan atas Denny Siregar yang sebut santri calon teroris

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Deni Siergar yang merupakan buzzer dari kalangan istana itu membuat sebuah postingan di Facebook yang sangat tendensius dan menyinggung umat Islam, terutama di Tasikmalaya, karena menulis tentang santri teroris

Tulisan Denny tersebut kemudian diaminkan oleh sejumlah folowernya dengan menyebut santri-santri ISIS dan ustad-ustad goblok.

Sontak, hal itu membuat geram sejumlah aktivis dan forum ulama serta forum santri se-Tasikmalaya.***

Tinggalkan Balasan