Sabtu, 1 Oktober 2022

Aktivis Tuntut Inggris Kembalikan Kembalikan Berlian yang ‘Dicuri’ pada 1905 Silam

Mahkota Kerajaan Inggris.

Cape Town (Riaunews.com) – Afrika Selatan menuntut Kerajaan Inggris mengembalikan berlian seberat 3,106 karat atau seukuran jantung manusia yang dikenal sebagai Berlian Cullinan atau Bintang Afrika.

Berlian itu diambil Kerajaan Inggris saat menjajah Afrika Selatan. Berlian yang disebut Great Star of Africa atau Cullinan I diambil dari tambang di Afrika Selatan pada 1905.

Banyak warga Afrika Selatan yang menilai pengambilan berlian itu merupakan tindakan ilegal.

Tuntutan pengembalian berlian pun kembali muncul tak lama usai Raja Charles III naik takhta menggantikan ibunda, Ratu Elizabeth II, yang meninggal dunia pada 8 September lalu.

“Berlian Cullinan harus dikembalikan ke Afrika Selatan sesegera mungkin,” kata salah satu aktivis Afsel, Thanduxolo Sabale, Jumat (16/9/2022).

Ia kemudian berujar, “Mineral negara kita dan negara lain terus menguntungkan Inggris dengan mengorbankan rakyat kita.”

Seorang anggota parlemen Afrika Selatan, Vuyolwethu Zungula, bahkan mendesak pemerintah menuntut ganti rugi atas semua kerusakan yang dilakukan Inggris.

“[Pemerintah] harus menuntut pengembalian semua emas, berlian yang dicuri oleh Inggris,” ucap Zungala.

Lebih dari 6.000 orang menandatangani petisi yang mendesak Inggris mengembalikan Cullinan dan dipajang di museum Afrika Selatan.

Sejumlah warganet Afrika Selatan juga membanjiri unggahan Presiden Cyril Ramaphosa saat menyampaikan duka cita kepada Ratu Elizabeth II di Twitter.

“Apakah Anda bertanya padanya kapan dia akan membawa kembali berlian Afrika Selatan?,” kata salah satu warganet.

Beberapa yang lain membahas pengembalian berliat itu saat proklamasi Raja Charles III.

“Tugas pertama mengembalikan berlian Afrika Selatan!” katanya.

Menurut lembaga yang mengawasi koleksi benda keluarga kerajaan, Royal Collection Trust, berlian Cullinan merupakan hadiah yang diberikan untuk Raja Edward VII pada 1907.

Pemberian ini berlangsung dua tahun usai berlian itu ditemukan di tambang swasta Provinsi Transvaal, Afrika Selatan.

“[Berlian itu] dikirim ke Royal Asscher, Amsterdam untuk dibelah pada 1908,” demikian menurut Kerajaan Inggris.

Royal Asscher merupakan perusahaan yang bertanggung jawab memotong sejumlah berlian paling terkenal di dunia.

Senada dengan Kerajaan Inggris, Royal Asscher menyatakan pemerintah Transvaal Afrika Selatan, yang dijalankan pemerintahan Inggris, telah membeli permata itu.

Mereka kemudian memberikan kepada Raja Edward VII sebagai hadiah ulang tahun.

Menurut Royal Asscher, berlian Cullinan dipotong menjadi 9 bagian besar, dan 96 potongan yang lebih kecil.

Potongan pertama yang terbesar disebut Great Star of Africa, dan kedua terbesar dinamai Smaller Star of Africa.

Potongan terbesar pertama itulah yang diberikan kepada Raja Edward VII.

Pengamat politik dari Universitas Afrika Selatan, Everisto Benyera, menolak narasi berlian itu diberikan sebagai hadiah.

“Bagi kami pemerintah Transvaal dan Uni Afrika Selatan dan sindikat penambangan yang dilakukan bersama adalah ilegal,” kata dia seperti dikutip CNN.

Lebih lanjut Benyera menerangkan, perusahaan tambang, pemerintah Transvaal dan Kerajaan Inggris merupakan jaringan kolonial yang lebih besar.

“Menerima berlian curian tak membebaskan penerima. The Great Star, adalah berlian darah,” imbuh Benyera.***

Tinggalkan Balasan