Selasa, 23 Juli 2024

Brigade Al Quds Serang Wilayah Selatan Israel

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Brigade Al-Quds merupakan sayap kelompok bersenjata Jihad Islam Palestina.

Gaza (Riaunews.com) – Brigade Al Quds, sayap bersenjata kelompok Jihad Islam Palestina yang berbasis di Gaza, menyerang kota-kota selatan Israel pada Jumat (1/12) pagi.

Sirene-sirene di Negeri Zionis pun memekik kencang.

Dalam unggahan di Telegram, Brigade al-Quds menyatakan serangan itu sebagai balasan atas “kejahatan musuh Zionis terhadap rakyat kami pagi ini.”

Pernyataan itu dirilis bersamaan dengan sirene yang nyaring terdengar di Kota Ashkelon, selatan Israel.

Bukan cuma di Ashkelon, Israel’s Home Front Command juga menyatakan bahwa sirene penanda serangan udara terdengar di permukiman Yad Mordechai dan Nativ Hatara. Keduanya juga berada di selatan Israel, yang berdekatan dengan Gaza.

Israel kembali melanjutkan agresi di Jalur Gaza usai gencatan senjata dengan Hamas berakhir pada Jumat (1/12).

Militer Negeri Zionis menyerbu wilayah Gaza di segala sisi hingga menewaskan setidaknya 54 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sebelum serangan baru ini terjadi, Israel mengklaim sistem pertahanan rudal mereka mencegat roket yang ditembakkan dari Gaza. Klaim ini muncul satu jam jelang gencatan senjata berakhir.

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan roket itu terdeteksi dari sirene Iron Dome yang berbunyi di kawasan komunitas masyarakat dekat Jalur Gaza.

Menurut militer Israel, roket ini perdana diluncurkan dari Gaza sejak hari pertama gencatan senjata. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut peluncuran roket ini adalah pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.

Hamas, sementara itu, menyatakan gencatan senjata bukan solusi untuk menghentikan pertempuran. Juru bicara Hamas Osama Hamdan mengatakan “solusi sebenarnya adalah menemukan mekanisme untuk mengakhiri pendudukan [Israel] ini.”

Merespons serangan ini, Qatar selaku mediator kedua belah pihak menyatakan bombardir Israel di Gaza telah membuat rumit proses negosiasi untuk gencatan senjata lanjutan.

“Pemboman yang terus berlanjut di Jalur Gaza pada jam-jam pertama setelah berakhirnya jeda mempersulit upaya mediasi dan memperburuk bencana kemanusiaan di Jalur Gaza,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar dalam unggahan di X, Jumat (1/12).

Kemlu Qatar menyebut pihaknya menyesalkan agresi Israel yang kembali berlangsung di Gaza usai berakhirnya jeda kemanusiaan pada hari ketujuh “tanpa mencapai kesepakatan untuk memperpanjangnya.”

Kemlu Qatar pun menegaskan saat ini negosiasi soal gencatan senjata masih terus berlanjut agar bisa kembali terwujud.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *