China Klaim Sebagai Negara Demokrasi Terbesar di Dunia

Uighur
China disebut dunia internasional telah melakukan genosida terhadap Muslim Uighur.

Beijing (Riaunews com) – Republik Rakyat China mengklaim sebagai negara demokrasi terbesar di dunia mengalahkan Amerika Serikat.

Mengutip Antara dalam buku putih Demokrasi China, sebanyak 900 juta lebih warga berpartisipasi memilih wakil untuk anggota kongres rakyat di tingkat kabupaten dan kota pada 2016 dan 2017.

Buku putih itu memuat bahwa hampir 2,48 juta orang dipilih secara langsung untuk mewakili kabupaten dan kota di kongres rakyat. Saat ini partisipasi masyarakat dalam pemilihan telah mencapai 90 persen.

Buku putih berjudul “Keberhasilan Demokrasi” tersebut diterbitkan dan diluncurkan oleh Kantor Informasi Dewan Pemerintahan China (SCIO) sejak Sabtu (4/12).

Peluncuran buku putih itu diklaim sengaja untuk mendahului pelaksanaan KTT Demokrasi yang digelar oleh Amerika Serikat pada Kamis (9/12) hingga Jumat (10/12).

Buku putih itu lebih menekankan kepemimpinan Partai Komunis China (CPC) dalam proses demokrasi di negara dengan populasi penduduk 1,4 miliar jiwa itu.

China mengklaim demokrasi negara itu lebih luas, lebih tulen, dan lebih efektif daripada demokrasi AS. Politikus AS mewakili kelompok kepentingan, tetapi Deputi Sekretaris Jenderal Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China (NPC) Guo Zhenhua menyatakan, di China seluruh proses demokrasi menjamin perubahan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Zhao Lijian menambahkan, demokrasi dibangun berdasarkan sejarah suatu negara dan diadaptasi dengan situasi masyarakat setempat.

“Demokrasi hak semua bangsa, bukan hak prerogatif segelintir orang. Bentuk demokrasi berbeda dan tidak ada model yang cocok untuk semua negara. Akan sangat tidak demokratis kalau untuk mengukur sistem politik yang beragam di dunia dengan satu tolok ukur,” ujarnya dalam pengarahan pers rutin di Beijing, Senin (6/12).

Penerbitan buku putih tersebut lebih ditujukan untuk menjawab berbagai tuduhan AS terhadap China sehingga di dalamnya lebih banyak berisi tentang perbandingan keberhasilan program pembangunan di kedua negara, termasuk keberhasilan dalam mengatasi pandemi COVID-19 dan pengentasan kemiskinan.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

Eks Penyidik KPK: Tak Ada TWK untuk Jadi ASN Polri

Sel Des 7 , 2021
310 Jakarta (Riaunews.com) – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, mengatakan tidak ada asesmen Tes Wawasan Kebangsaan […]
%d blogger menyukai ini: