Sabtu, 28 Mei 2022

Dianggap Membahayakan, Presiden Turkmenistan Minta Api di ‘Gerbang Neraka’ Dipadamkan

Api di ‘Gerbang Neraka’ Turkmenistan telah menyala selama 50 tahun.

Ashgabat (Riaunews.com) – Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow meminta jajarannya untuk memadamkan api yang ada di “Gerbang Neraka”, Sabtu (8/1/2022).

“Gerbang Neraka” sangat terkenal sehingga Berdimuhamedow pun pernah mengunjunginya dan mengelilinginya dengan sebuah truk off-road pada tahun 2019.

Setahun sebelumnya, dia sempat meminta kawah itu diubah namanya menjadi “Cahaya Karakum”.

Sayangnya, Berdimuhamedow kini justru menginginkan api di Gerbang Neraka dipadamkan.

Dia memerintahkan pemadaman karena api itu dianggap merusak ekologi dan membahayakan kesehatan orang-orang yang berada di sekitar area kawah.

“Kita kehilangan sumber daya alam yang sangat berharga, yang bisa mendatangkan keuntungan besar dan menggunakannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita,” kata Berdimuhamedow dikutip Kantor Berita Jerman DW.

“Gerbang Neraka” adalah julukan bagi sebuah kawah gas alam di Turkmenistan yang terus terbakar.

Fenomena alam itu telah menjadi salah satu pemandangan yang paling terkenal di Turkmenistan.

“Gerbang Neraka” juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan asing yang mengunjungi negara itu.

Berlokasi sekitar 260 km dari utara Ibu Kota Ashgabat, kawah itu telah terbakar selama puluhan tahun.

Dilansir dari Associated Press yang mengutip Turkmenportal, kawah tersebut terbentuk pada tahun 1971.

Kawah itu muncul karena peristiwa runtuhan di tempat pengeboran gas di Gurun Karakum.

Diameter kawah itu dilaporkan mencapai 60 meter, sedangkan kedalamannya mencapai 20 meter.

Untuk mencegah gas menyebar, para ahli geologi kemudian membakarnya agar segera habis.

Pada mulanya, gas itu diperkirakan akan habis terbakar dalam beberapa pekan.

Namun, hingga kini masih ada gas yang tersisa dan dan nyala api masih terlihat.

Sebelumnya, pada tahun 2010 Berdimuhamedow juga pernah meminta api di kawah itu dimatikan sepenuhnya.

Sejumlah usaha telah dilakukan, tetapi sayangnya tidak ada yang berhasil.***(tribunnews)

Tinggalkan Balasan