Dongkrak Pendapatan dari Pariwisata, Saudi Membangun Wilayah yang Dulu Dihindari Nabi Muhammad

Salah bangunan purbakala yang terdapat di Mada’in Saleh di Arab Saudi.

Riyadh (Riaunews.com) – Arab Saudi melakukan sejumlah terobosan ‘radikal’ demi membuka negaranya untuk tujuan wisata beberapa tahun belakangan.

Salah satunya adalah soal keputusan Kerajaan yang membangun tempat wisata di daerah yang dahulu berdasarkan riwayat pernah dihindari Nabi Muhammad.

Di antara kawasan yang sebelumnya tabu dan kini dibuka menjadi area wisata yaitu yaitu Al Ula dan Mada’in Saleh.

Sejak 2019, Arab Saudi telah menargetkan investasi hingga US$20 miliar atau setara Rp286 triliun demi membangun kawasan pariwisata global di negaranya.

Melansir Reuters, Al Ula menjadi bagian dari rencana pembangunan destinasi wisata yang akan dibuka di Arab Saudi.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Fahmi Salsabila menilai rencana Arab Saudi membuka kawasan wisata di negaranya yaitu demi mendongkrak devisa di luar sektor minyak dan gas.

Sejumlah kebijakan modernisasi bahkan sekularisasi pun mulai dilakukan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MbS)

“Mungkin pemikiran MbS, menurut saya, itu ingin membuat semacam kawasan wisata, yang di situ banyak turis asing bisa masuk dan mendatangkan devisa,” ujar Fahmi saat diwawancara CNNIndonesia.com, Rabu (12/1).

“Bahkan di kawasan Al Ula dan Mada’in Saleh, kawasan yang dalam sejarahnya orang Arab sendiri jarang (pergi) ke sana. Ada kisah ketika Nabi Muhammad lewat situ. Beliau tidak mau minum dari daerah itu, bergegas untuk segera meninggalkan daerah tersebut, tanpa menoleh kanan-kiri,” kata Fahmi.

Al Ula merupakan situs peradaban kuno yang sejak lama terpencil dan tidak dibuka oleh Arab Saudi. Dengan membuka situs ini, mereka berharap Saudi dapat menjadi destinasi wisata global sekaligus menjadi upaya untuk mendiversifikasi ekonomi mereka.

Al Ula sejak dulu dikenal sebagai kawasan ‘berhantu’. Banyak warga Saudi percaya bahwa kawasan tersebut dihantui oleh jin jahat serta harus dihindari.

Mengutip Reuters, pembangunan Al Ula merupakan bagian dari upaya Saudi melestarikan situs warisan pra-Islam untuk menarik wisatawan non-Muslim demi memperkuat identitas nasionalnya dan meredam ketegangan Islam Sunni yang telah mendominasi Arab Saudi selama beberapa dekade.

Selain Al Ula, Saudi juga membuka Madain Saleh, situs Warisan Dunia UNESCO, yang merupakan kota berusia 2.000 tahun yang diukir di bebatuan gurun oleh orang Nabatean (orang Arab pra-Islam yang juga membangun Petra di Yordania).

Kisah mengenai kawasan yang dipercaya kena kutukan tersebut dapat ditelusuri di dalam hadits yang memperingatkan umat Islam untuk tidak memasuki kawasan tersebut. Alasannya, karena kawasan tersebut merupakan tempat kaum Tsamud dahulu diazab oleh Tuhan.

Sebelumnya diketahui, Arab Saudi saat ini sedang berusaha melakukan modernisasi dengan salah satunya mencoba mengubah sumber keuangan mereka dari minyak ke sektor lain.

Beberapa langkah modernisasi ini juga meliputi pelonggaran aturan berpakaian pada wanita serta aturan sosial budaya lainnya yang umumnya mulai melangkah ke kultur modern.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

Kuasa Hukum Beberkan Alasan Hadfana Firdaus Buang Sesajen di Gunung Semeru

Kam Jan 13 , 2022
241 Lumajang (Riaunews.com) – Hadfana Firdaus, pembuang sesajen di lokasi bencana Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur mengaku spontan buang dan […]
%d blogger menyukai ini: