Selasa, 6 Desember 2022

Sejumlah Pejabat Dipecat atas Kasus Seorang Lansia Dimasukkan ke Kantong Mayat Padahal Masih Hidup

Kantong mayat. (Ilustrasi)

Sanghai (Riaunews.com) – Pejabat di China dipecat usai geger seorang pasien lanjut usia (lansia) dimasukkan ke kantong mayat padahal masih hidup. Sejumlah pejabat juga masih diperiksa terkait peristiwa ini.

Dilansir BBC, Kamis (5/5/2022), Otoritas distrik di China memecat empat orang pejabat usai seorang pasien lansia dari sebuah panti jompo di Shanghai diyakini meninggal lalu dimasukkan ke dalam kantong mayat. Ternyata, pasien itu masih hidup.

Peristiwa itu viral setelah kemunculan video yang menunjukkan dua orang diduga pekerja kamar mayat menempatkan kantong mayat ke dalam kendaraan. Para pekerja itu kemudian tampak menarik salah satu kantong mayat.

Setelah kantong mayat itu terbuka, seseorang terdengar mengatakan bahwa pasien tersebut masih hidup. Insiden itu pun memicu kemarahan di media sosial China.

Pejabat di distrik Putuo Shanghai mengkonfirmasi insiden itu pada Senin (2/5) malam. Dia mengatakan pasien itu telah dibawa ke rumah sakit dan dalam kondisi stabil.

Otoritas distrik mengatakan lima pejabat dan satu dokter sedang diselidiki. Identitas pasien sendiri masih belum diketahui.

Selain itu, empat pejabat, termasuk wakil direktur biro urusan sipil setempat dan direktur panti jompo, dipecat. Seorang dokter yang diidentifikasi dengan nama keluarga mereka Tian, juga telah dicabut izin medisnya.

Shanghai Sedang Lockdown
Shanghai, kota terbesar di China dan rumah bagi hampir 25 juta orang, sedang memasuki minggu keenam pembatasan terkait COVID-19 yang melonjak lagi sejak Maret.

Kebanyakan orang masih dilarang meninggalkan rumah mereka dengan alasan apa pun. Sementara warga yang terinfeksi COVID-19 dan kontak dekat mereka terpaksa pergi ke pusat karantina yang dikelola negara.

China merupakan salah satu negara terakhir yang masih berkomitmen untuk memberantas COVID-19, berbeda dengan sebagian besar dunia yang berusaha hidup dengan virus. Kebijakan nol-COVID ini mendapat tekanan dalam beberapa pekan terakhir dengan penyebaran varian Omicron.***

Tinggalkan Balasan