Jumat, 1 Juli 2022

Sungai Aare Swiss yang Menjadi Lokasi Kecelakaan Anak Ridwan Kamil, Indah Tapi Mematikan

Sungai Aare di Swiss yang menjadi lokasi hilangnya anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, terkenal indah, namun mematikan. (Foto: greatruns.com)

Bern (Riaunews.com) – Sungai Aare di Swiss sedang jadi pembicaraan menyusul musibah yang menimpa Emmeril Khan Mumtadz alias Eril, pada Kamis (26/5/2022).

Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu hilang setelah terseret arus sungai yang cukup deras. Saat ini upaya pencarian tengah dilakukan oleh otoritas Swiss.

Sungai Aare, juga dikenal sebagai Aar, merupakan sungai terpanjang di Swiss. Sungai ini indah, dan menjadi kebanggan warga Swiss.

Swiss merupakan negara land-lock atau terkunci daratan dan tidak memiliki garis pantai. Namun sebagian warga Swiss, khususnya warga kota Bern, merasa tak perlu laut karena memiliki Sungai Aare.

Selain indah, Sungai Aare juga cukup mematikan. Di musim panas 2001, lebih dari satu dekade lalu, Swissinfo.ch melaporkan sebanyak 44 orang tewas di Sungai Aare. Dalam laporan itu disebutkan bahwa pelatihan yang kurang di kalangan tenaga penyelamat ikut menjadi penyumbang tingginya angka kematian di Sungai Aare.

Pada 23 Maret lalu, Worldradio.ch melaporkan, seorang pria tua berusia 93 tahun tewas terseret air Sungai Aare di Winznau, Canton Solothurn, setelah kursi rodanya terjatuh ke dalam sungai.

Seorang pria yang berusia lebih muda, 41 tahun, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian berusaha menolong. Namun, ia ikut terseret arus. Keduanya tewas.

Di bulan Agustus 2015, menurut laporan Thelocal.ch, dua wanita yang sedang menyusuri Sungai Aare dengan perahu tewas di kota Belp, selatan Bern.

Mengalir sepanjang 295 kilometer dari sumber glasial di Pegunungan Alpen Bernese dekat Danau Grimsel, melewati Meiringen, melalui Ngarai Aare, ke Danau Thun, melewati Bern, dan bergabung dengan Sungai Rhine di Desa Koblenz, dekat perbatasan Swiss dengan Jerman.

Nama Aare berasal dari kata Indo-Eropa “Aa” yang berarti “air.” Bila dilatinkan, ia menjadi Arulal atau Arolal atau Araris.

Sungai ini umumnya mengalir ke barat melalui Danau Brienz ke arah kota resor Interlaken, di mana ia dikanalisasi.

Dari sana melewati Danau Thun, melanjutkan ke barat laut, sungai berputar di sekitar kota Bern.

Melewati Bern, sungai berbelok ke timur laut dan mengalir melewati kota Solothurn dan Aarau sebelum bergabung dengan hulu Sungai Rhine di seberang kota Waldshut di Jerman.

Sungai yang lebih rendah telah diubah oleh aktivitas manusia, dengan bendungan, kanal, saluran, dan waduk sedang dibangun.

Disebutkan, setidaknya terdapat 40 pembangkit listrik tenaga air di Aare, dan dua kanal bergabung dengan Sungai Aare bersama Danau Biel di bagian barat Swiss.

Bagi banyak orang, Aare adalah jalan masuk ke Oberland. Dalam perjalanan ke utara dari ibu kota federal ke kota Thun, di danau dengan nama yang sama, ada pemandangan sungai yang indah dari padang rumput, hutan, dan perairan terpencil, yang sebagian besar terpelihara dengan baik.

Setelah mencapai Danau Thun dan Brienz yang saling berhubungan, pelancong disuguhkan pemandangan puncak Alpine yang mempesona, termasuk Jungfrau setinggi 13.642 kaki.

Tinggalkan Balasan