Rabu, 1 Februari 2023

Berkaca dari Kasus Indra Bekti, Yuk Kenali Risiko Pemacu Hipertensi

(ilustrasi)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Presenter kondang Indra Bekti harus dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan pingsan di toilet sebuah stasiun radio, Rabu (28/12/2022).

Adik Indra Bekti, Cipta, melaporkan Indra Bekti memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi dalam setahun terakhir. Sang kakak juga disebutnya sering mengeluh pusing dalam beberapa minggu terakhir ini.

“Untuk diagnosa sendiri yang kita tahu tadi cuman ada hipertensi,” kata Cipta, ditemui di RS Abdi Waluyo, Rabu (28/12/2022).

Dikutip dari Mayo Clinic, hipertensi adalah kondisi umum saat tekanan darah terhadap dinding arteri cukup tinggi dan bisa menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung. Hipertensi ini ditentukan oleh jumlah darah yang dipompa jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah di arteri.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius, termasuk serangan jantung dan stroke. Meski gejalanya sering tidak terlihat, hipertensi masih bisa dideteksi dan dikontrol dengan baik.

 

Faktor Risiko Hipertensi

Ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu hipertensi, yakni:

Usia
Risiko tekanan darah tinggi meningkat seiring bertambahnya usia. Sampai usia 64 tahun, tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada pria. Sementara pada wanita, lebih mungkin terjadi saat berusia di atas 65 tahun.

Riwayat Keluarga
Hipertensi juga cenderung diturunkan dalam keluarga.

Obesitas
Seseorang berisiko mengalami hipertensi jika memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Jika tubuh semakin berat, semakin banyak juga darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh.

Saat jumlah aliran darah melalui pembuluh darah meningkat, itu juga akan meningkatkan tekanan pada dinding arteri.

Kurang Aktif
Orang yang kurang aktif secara fisik cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi detak jantung, maka semakin keras jantung harus bekerja dengan setiap kontraksi dan arteri.

Merokok
Kebiasaan merokok bisa meningkatkan tekanan darah dan merusak lapisan dinding arteri. Hal ini dapat menyebabkan arteri menyempit dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Terlalu Banyak Mengkonsumsi Garam
Terlalu banyak mengkonsumsi garam (natrium) dalam makanan bisa menyebabkan tubuh menahan cairan yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah.

Terlalu Sedikit Mengkonsumsi Potasium
Potasium dapat membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel tubuh. Keseimbangan potasium sangat penting untuk kesehatan jantung.

Jika kadar potasium tidak tercukupi, kadar natrium bisa menumpuk di dalam darah.

Stres
Tingkat stres yang tinggi bisa memicu hipertensi. Kebiasaan yang berhubungan dengan stres seperti makan terlalu banyak, merokok, atau minum alkohol bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah lebih lanjut.

Kondisi Kesehatan Tertentu
Kondisi kesehatan yang kronis juga bisa meningkatkan risiko hipertensi, termasuk penyakit ginjal, diabetes, dan sleep apnea. Terkadang, kehamilan juga bisa berkontribusi meningkatkan kemungkinan hipertensi.***

Tinggalkan Balasan