Kamis, 29 Februari 2024

Islam Solusi Dalam Menuntaskan Stunting

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 

Ditulis oleh Dahlia, aktivis muslimah Riau

Stunting adalah lambatnya tumbuh kembang pada anak. Hal itu dapat dilihat dari tubuh yang lebih kecil, pendek dan tampak lebih muda dibanding teman-teman seusianya.

Stunting bisa berakibat pada perkembangan otak yang melambat namun tidak menutup kemungkinan juga akan mengakibatkan keterbelakangan mental serta rendahnya daya tangkap dan daya ingat. Yang jika dibiarkan akan menggangu sumber daya manusia di negeri ini.

Stunting yang juga berakibat pada lemahnya daya tahan tubuh sehingga akan mengakibatkan mudahnya mendapat resiko serangan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes dan obesitas.

menurut data UNICEF PBB Ada 149 juta atau 22% balita di seluruh dunia mengalami stunting dan 6,3 juta di antaranya merupakan balita Indonesia

Masih belum optimalnya penanganan stunting di Indonesia dikarenakan anggaran yang digelontorkan pemerintah kecil dan sebagian dana tersebut diselewengkan. Seperti yang Dilansir dari jakarta Beritasatu.com – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, mengungkapkan adanya indikasi penyelewengan dana penanganan stunting (kekurangan gizi pada anak) di tingkat daerah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sebelumnya mencatat bahwa dana stunting di suatu daerah ada yang digunakan untuk keperluan rapat dan perjalanan dinas.

“Presiden Jokowi menyampaikan bahwa (pendanaan stunting) tidak digunakan dengan benar, menjadi salah satu tantangan di level pelaksanaan yang banyak kendala,” ujar Hasbullah kepada Beritasatu.com pada Kamis (30/11/2023).

Pemerintah juga mempunyai program resmi dalam menangani masalah stunting , pertama Peningkatan Gizi Masyarakat melalui program Pemberian makanan tambahan (PMT). Kedua sanitasi lingkungan yang berkualitas dengan target prioritas pada desa yang tingkat prevalensi stuntingnya tinggi. Ketiga, meningkatkan anggaran di setiap desa. Keempat, pembangunan infastruktur.

Bagaimana Islam dalam mengatasi stunting?

Islam adalah agama yang sempurna, karena ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan yang bersumber dari hadits dan Al Qur’an yang dijadikan pedoman untuk umat manusia dalam menjalani kehidupan.
Islam sangat memperhatikan asupan makanan, dalam Islam umatnya hanya diperbolehkan makan makanan yang halal dan Toyib (baik) saja

Seperti yang di perintahkan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ – ١٦٨
Artinya: “Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.” (Surat Al Baqarah ayat 168)

Maknanya Islam hanya menganjurkan makanan dengan makanan yang halal dan baik saja. Makanan yang baik bukanlah makanan yang instan, cepat saji , makanan berpengawet, mengandung gula tinggi dan mengandung penyedap atau MSG Sehingga generasi yang dilahirkan adalah generasi yang sehat.

Dalam pemerintahan Islam negara berkewajiban dalam memenuhi kebutuhan setiap keluarga dan ini sudah populer kisahnya dimana Amirul mukminin Umar bin Khattab memanggul sendiri gandum dari Baitul mal kerumah rakyat nya yang Janda dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup rakyatnya.

Negara Islam juga wajib mendorong para ayah atau kaum lelaki untuk selalu berusaha mencari nafkah
Seorang pengemis menemui Rasulullah SAW. “Berilah hamba sedekah,” pinta pengemis.Rasulullah SAW lalu memberinya makanan. Keesokan harinya, pengemis itu datang lagi meminta sedekah.Kali ini Rasulullah SAW memberinya beberapa uang dirham.
Keesokan harinya, pengemis itu datang lagi meminta sedekah, dan kali ini Rasulullah SAW memberinya sebuah kapak. Pengemis itu keheranan.

“Gunakan kapak ini untuk menebang pohon, membelah kayu, dan pekerjaan lainnya. Pekerjaan itu bisa menghasilkan nafkah bagimu dan keluargamu,” kata Rasulullah SAW. Dalam Islam negara juga wajib menyediakan lapangan pekerjaan. Memanfaatkan sumber daya alam yang berlimpah untuk dikelola oleh negara dan penghasilannya sepenuhnya untuk kemaslahatan rakyat.

Islam juga melarang umatnya untuk berlaku curang mencuri dan menyelewengkan harta milik orang lain
وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui ( surat Al Baqarah ayat 188)

Apabila para pejabat di Indonesia paham dengan aturan dan hukum islam, Sehingga tidak ada lagi pejabat publik yang akan menyelewengkan keuangan negara apalagi dana stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *