Rabu, 1 Februari 2023

Kenali Kondisi Pecah Pembuluh Darah yang Dialami Almarhum Ridwan Saidi

(ilustrasi)

Jakarta (Riaunews.com) – Budayawan Betawi, Ridwan Saidi tutup usia diumur 80 tahun. Ia pun sempat dirawat di rumah sakit karena pembuluh darah di batang otak yang pecah.

Pendarahan otak merupakan salah satu jenis stroke yang disebut sebagai brain hemorrhage. Kondisi ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah arteri di dalam otak.

Pendarahan tersebut bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan pada otak atau celebral edema. Ketika darah menggenang dan menggumpal, maka bisa menyebabkan tekanan yang lebih besar pada jaringan otak. Akibatnya, aliran darah menjadi terhambat dan sel-sel otak bisa mati.

Dilansir Okezone dari Medical News Today, sejumlah faktor dapat menyebabkan seseorang mengalami pendarahan otak, seperti:

  • Adanya trauma atau cedera pada kepala
  • Munculnya aneurisma serebral atau tonjolan yang melemah pada arteri otak
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelainan pembuluh darah
  • Gangguan pendarahan
  • Penyakit hati
  • Tumor otak
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang

Gejala pendarahan otak pada setiap penderita biasanya berbeda-beda. Penderita mungkin mengalami kesemutan, tubuh melemah, mati rasa, atau lumpuh di beberapa anggota tubuh, seperti wajah, lengan, atau kaki.

Apakah pembuluh darah pecah di otak bisa disembuhkan? Dilansir Okezone dari WebMD, kesembuhan pasien pendarahan otak tergantung dari ukuran pendarahan dan juga jumlah pembengkakan yang terjadi.

Sejumlah penderita bisa sembuh serta pulih total, namun ada juga yang mengalami komplikasi, seperti sroke, kehilangan fungsi otak, atau kejang-kejang.***

Tinggalkan Balasan