Rabu, 1 Februari 2023

Neymar Jalani Diet Hiperkalori, Yuk Kenali

Pemain Timnas Brasil yang saat ini merumput di klub Paris Saint Germain, Neymar Jr.

Pekanbaru (Riaunews.com)- Apa ya yang dikonsumsi para pemain bola dunia? Pemain asal Brasil Neymar da Silva Santos Junior alias Neymar menganut diet hypercaloric atau hiperkalori. Apa diet Neymar itu?

Neymar dikhawatirkan tidak turut dalam sisa laga penyisihan grup Piala Dunia 2022. Ia mengalami cedera cukup parah kala bertanding melawan Serbia.

Siapa yang tak cemas? Neymar memang motor serangan Brasil. Namun harus diakui, kehebatan pemain 30 tahun ini tak hanya didukung latihan tetapi juga asupan yang tepat. Ia menerapkan diet hypercaloric atau diet hiperkalori.

Seperti dilaporkan The 18, Neymar mengonsumsi lebih dari 2.600-3.000 kalori per hari. Sebanyak 60 persen kalori berasal dari karbohidrat, sebanyak 30 persen dari protein dan 10 persen dari lemak, vitamin dan nutrisi lain.

Berikut menu makanan diet Neymar dalam sehari seperti dilaporkan First Post.

Sarapan
Menurut tim pangan Neymar, dia akan makan tiga telur goreng, bayam dan kalkun tanpa lemak untuk sarapan. Selanjutnya, ia minum segelas protein shake dan segenggam biji bunga matahari dan almond.

Makan siang
Makan siang cukup dengan bakso kalkun dan ubi jalar.

Makan malam
Menjalani diet ketat bukan berarti dia sama sekali tidak ngemil. Neymar mengonsumsi camilan malam berupa kalkun dengan selai kacang serta beberapa biji bunga matahari. Kemudian menu makan malamnya berupa ikan putih dan kubis rebus cincang.

Siapa bilang atlet sama sekali tidak makan junk food? Neymar memiliki ‘cheat day’ di mana ia bisa melahap pizza dan kentang goreng favoritnya.

Apa Anda tertarik menerapkan diet seperti Neymar? Anda perlu berkonsultasi dengan dokter gizi sebab diet harus disesuaikan dengan kebutuhan individu. Neymar menjalani diet hypercaloric bukan tanpa alasan.

Diet Neymar perlu diimbangi dengan latihan fisik paling tidak 3-5 kali per minggu selama 60 menit per sesi. Latihan ini akan membakar asupan kalori yang tinggi tadi. Jika Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang terbilang intens, maka karbohidrat atau protein yang tak ‘terpakai’ akan disimpan sebagai lemak.***

Tinggalkan Balasan