Jumat, 1 Juli 2022

WHO Peringatkan Komunitas LGBT, Cacar Monyet Menular via Hubungan Seks

Kasus cacar monyet terus berkembang di Eropa.

Jenewa (Riaunews.com) – Cacar monyet alias monkeypox tengah jadi perhatian global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mewanti-wanti komunitas LGBT untuk waspada sebab virus bisa menular lewat hubungan seks.

Baru-baru ini terdapat temuan kasus cacar monyet pada pasien yang diidentifikasi sebagai kaum LGBT.

“Beberapa kasus telah diidentifikasi melalui klinik kesehatan seksual di komunitas gay, biseksual dan laki-laki lain yang berhubungan seks dengan laki-laki,” bunyi pernyataan imbauan WHO untuk komunitas LGBT.

WHO menambahkan kaum transgender dan gender-diverse juga bisa rentan terkena wabah ini.

Meski demikian, bukan berarti mereka yang non-LGBT serta merta bebas dari penularan cacar monyet. WHO menegaskan siapa pun bisa berisiko tertular ketika kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Sementara itu, cacar monyet sedang meluas di negara-negara Eropa. Padahal virus monkeypox tak biasa ditemukan di wilayah ini.

Cacar monyet bisa menyebar lewat kontak dari kulit-ke-kulit termasuk lewat hubungan seks. Virus menular lewat sentuhan, ciuman, seks oral, dan penetrasi dengan orang yang memiliki gejala.

Begitu terinfeksi, akan timbul gejala seperti ruam dengan lepuh di wajah, tangan, kaki, mata, mulut dan atau alat kelamin, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, nyeri otot, dan lemah.

WHO memperingatkan agar temuan ini tidak memicu stigma negatif terhadap komunitas LGBT.

“Siapa pun bisa mendapatkan atau menularkan cacar monyet, terlepas dari seksualitas mereka,” tutup WHO.***

Tinggalkan Balasan