Kamis, 18 Juli 2024

Alasan Suhartoyo Dipilih Jadi Ketua Menurut Saldi Isra Karena Pengalaman 8 Tahun di MK

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Suhartoyo jadi Ketua MK.

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra mengungkapkan alasan Hakim Suhartoyo terpilih menjadi ketua MK, menggantikan Anwar Usman.

Saldi Isra mengatakan, Suhartoyo dan dirinya menjadi dua nama yang paling banyak diusung dalam rapat permusyarawatan hakim (RPH).

Ia menuturkan, tujuh hakim konstitusi lainnya tidak bersedia menjadi Ketua MK.

Dilansir Tribunnews.com, alasan mereka pun berbeda-beda.

Saldi mengatakan, Hakim Arief Hidayat tak ingin menjadi pimpinan MK.

“(Saat) ditanya Prof Arief, (Arief Hidayat) merasa mungkin (ingin) mengambil peran yang berbeda dalam kepemimpinan kolektif ini,” kata Saldi, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2023).

Selanjutnya, Hakim Manahan M P Sitompul dan Wahiduddin Adams akan segera pensiun. Adapun sisanya Saldi Isra.

Meski demikian, tujuh hakim konstitusi sepakat menunjuk Suhartoyo menjadi Ketua MK dan Saldi sebagai wakilnya.

Salah satu pertimbangannya, kata Saldi, karena latar belakang dan pengalaman.

“Dan yang lain-lain merasa dua nama ini (Suhartoyo dan Saldi) sebetulnya orang yang bisa didorong ke depan untuk kayak loko gitu ya, pimpinan kolektif, karena kita berdua bukan baru. Yang mulia Suhartoyo sudah 8 tahun di MK ya, saya 6,5 tahun,” jelas Saldi Isra.

“Itu pertimbangan yang kita baca kenapa tadi 7 orang lain itu memunculkan nama kami berdua,” sambungnya.

Terkait hal itu, Suhartoyo bersedia atas penunjukan dirinya sebagai pengganti Anwar Usman.

Suhartoyo mengatakan kesanggupan itu hadir karena ada panggilan dan permintaan dari para hakim-hakim itu.

“Oleh karena itu secara faktual memang nama ini hanya berdua, sehingga kalau beliau-beliau sudah memberikan kepercayaan, kemudian kami berdua juga kemudian menolak, sementara ada di hadapan mata kita MK ini ada sesuatu yang harus kita bangkitkan kembali kepercayaan publik,” ungkap Suhartoyo.

“Berdasarkan pertimbangan itu tentunya kepada siapa lagi kalau kemudian permintaan itu kemudian tidak kami sanggupi,” tuturnya.

Sebelumnya, Hakim Konstitusi Suhartoyo terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Pemilihan Suhartoyo sebagai Ketua MK, dilakukan melalui Rapat Permusyawakatan Hakim (RPH) tertutup untuk umum yang berlangsung di Ruang Sidang Pleno MK, pada Kamis (9/11/2023).

Suhartoyo menggantikan posisi Ketua MK sebelumnya, Anwar Usman yang terbukti pelanggaran etik berat dan disanksi pencopotan oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *