Kamis, 18 Agustus 2022

Anak Krakatau Terus Erupsi, Ini Penjelasan PVMBG

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali erupsi.

Jakarta (Riaunews.com) – Gunung api Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda tengah bergejolak dalam beberapa hari terakhir.

Gunung api bawah laut itu bahkan dilaporkan erupsi dan mengeluarkan kepulan asap hingga ribuan meter dari puncak dalam 3 hari terakhir, sejak Rabu (29/6/2022).

Kondisi saat ini, gunung yang secara administratif masuk ke dalam daerah Lampung Selatan itu disebut masih ada dalam fase erupsi.

Informasi itu berdasarkan keterangan dari Koordinator Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Oktory Prambada.

“Untuk gunung api Anak Krakatau pada saat ini masih dalam fase erupsi yang dalam prosesnya adalah pembentukan tubuh baru gunung api,” kata Tory saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/7/2022).

Akibat proses yang sedang terjadi, Tory menyebut masyarakat harus terbiasa dengan beragam aktivitas vulkanik yang akan ditimbulkan oleh gunung ini dalam beberapa waktu ke depan.

“Dalam beberapa waktu ke depan kita akan harus terbiasa dengan erupsi yang menghasilkan kolom abu vulkanik, lontaran material pijar, dan aliran lava,” ujar dia.

Berdasarkan data rekaman kegempaan, deformasi, dan analisis para ahli di PVMBG, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dalam kondisi krisis kegempaan yang disertai dengan fase erupsi.

Bahkan Tory menyebut dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas vulkanik itu tidak menunjukkan adanya indikasi penurunan aktivitas.

Meskipun demikian, ia memastikan kegiatan masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau akan tetap aman selama mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG, yakni tidak berada di radius 5 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

“Selama masyarakat, nelayan, berada di luar radius 5 km dari pusat erupsi, dipastikan aman,” sebut Tory.

Sementara itu, di dalam radius 5 km diberlakukan aktivitas sangat terbatas. Masyarakat umum dilarang keras untuk memasuki area ini.

“Direkomendasikan tidak memasuki kawasan tersebut kecuali petugas dari PVMBG untuk melakukan mitigasi bencana erupsi,” ungkap dia.

Diketahui, gunung api dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut ini menyemburkan kolom abu setinggi 2.000 meter dari puncak pada Rabu (29/6/2022) dan kolom abu setinggi 500 meter pada Jumat (1/7/2022).

Meski aktivitas vulkanik beberapa hari terakhir cenderung meningkat, namun belum ada perubahan status gunung api ini.

Sejak 24 April 2022 pukul 18.00 WIB, gunung api Anak Krakatau berstatus Siaga atau Level III dari sebelumnya Waspada atau Level II.***

Tinggalkan Balasan