Arteria Dahlan Kurang Jauh Mainnya, Ini Dia Simbol Negara Menurut UUD 1945

Politikus PDIP Arteria Dahlan.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Politikus PDIP Arteria Dahlan sukses membuat heboh media, baik media mainstream maupun media sosial.

Hal ini tak lepas dari pernyataannya yang menyebut polisi, jaksa, dan hakim adalah simbol negara yang harus dihormati, sehingga KPK tak boleh melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mereka, demi menjaga marwah negara.

Akan tetapi pernyataan Arteria tersebut seolah menunjukkan bahwa dia ‘kurang jauh mainnya’.

Seperti diketahui, dalam UUD 1945 dan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan sendiri mengatur secara rinci soal Simbol Negara.

Disitu tak disebutkan polisi, jaksa, dan hakim bahkan presiden sekali pun sebagai simbol negara.

Dalam konstitusi dan UU tersebut Simbol Negara adalah:
– Bendera Negara Indonesia yang adalah Sang Merah Putih
– Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia
– Lambang Negara yakni Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
– Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.

Ya, hanya empat itu saja simbol Negara Indonesia.

Kontan saja pernyataan Arteria tersebut kemudian mendapat sambutan ‘hangat’ dari para netizen +62 yang komentarnya terkenal pedas di Twitter.

“Sejak kapan mereka jadi simbol negara.? Bah.. lulus p4 atau ppkn ndak dulu.?? Hadehhh,” cuit pemilik akun @yori_pdg.

“Tentang simbol negara saja salah, buat apa dibahas buang energy tdk mutu,” kata @suhin54.

“Betul. Rakyat harus menghormati simbol – simbol negara, demi tercapainya ketertiban umum. Untuk itu Kebibawaan negara harus dijunjung tinggi dan dilindungi. Maka dari itu saya setuju usulan anggota dewan ini diterapkan pada era KOLONIAL dahulu kala,” sindir @rex_tuwex.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

Hari Ayah

Jum Nov 19 , 2021
513 Oleh Helfizon Assyafei Meskipun saya seorang ayah namun tidak tahu mengapa hari ayah nasional berbeda dengan hari ayah internasional. […]
%d blogger menyukai ini: