Rabu, 1 Februari 2023

Fadli Zon Anggap Kritikan Mamat Alkatiri Masih Wajar

Fadli Zon
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon.

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menganggap kritikan yang disampaikan oleh komika Mamat Alkatiri masih dalam batas wajar.

Meskipun Mamat beberapa kali menggunakan kata kasar, menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah bumbu komedi.

Pernyataan itu disampaikan Fadli merespons langkah anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem Hillary Brigitta Lasut melaporkan komika Mamat Alkatiri ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

Baca Juga: Komika Mamat Alkatiri Dipolisikan Politikus Cantik NasDem

Fadli mengaku bahwa dirinya ikut menjadi pembicara dalam acara yang menghadirkan Brigitta dan Mamat. Bahkan, menurutnya, dirinya juga sempat kena roasting seperti Hillary Lasut.

“Sy ikut sbg pembicara pd diskusi itu. Setelah selesai ikut di-roasting oleh Mamat Alkatiri. Menurut sy wajar kritik2nya, memang sesekali ada kata kasar. Tp itulah “bumbu” komedi,” cuit Fadli lewat akun Twitter miliknya, @fadlizon, Selasa (4/10/2022).

Fadli menambahkan, dirinya terhibur dan terpingkal-pingkal dengan kritik yang disampaikan Mamat dalam bentuk komedi.

Sebelumnya, Brigitta melaporkan Mamat ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Alasan Brigitta bukan karena takut disebut antikritik tetapi untuk menegakkan hukum bagi dirinya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Hillary Lasut di caption unggahan di media sosial Instagram miliknya.

Baca Juga: Gaya Santai Fadli Zon Isap Cerutu Bareng Habib Bahar bin Smith

“Untuk apa mahasiswa hukum belajar hukum kalau tidak mampu menegakkan hukum. Saya sudah berjuang belajar sampai S3 hukum, kalau hanya karena rasa tidak enak atau takut dibilang antikritik lalu saya tidak menegakkan hukum untuk diri saya sendiri, maka saya tidak pantas dibilang mahasiswa hukum,” tulisnya, dikutip Selasa (4/10).

Hillary Lasut menyayangkan penggunaan kata kasar dalam materi roasting Mamat. Menurutnya, penggunaan kata kasar tidak pas untuk digunakan sebagai kritik. Penggunaan kata kasar, kata dia, lebih tepat masuk kategori bully atau pelecehan verbal.***

Tinggalkan Balasan