Jamaah Indonesia Kembali Bisa Umrah, Ini Syaratnya

Pemerintah Arab Saudi membuka umrah pada Ramadhan 1442 H, namun dengan jumlah jamaah yang dibatasi.

Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah Arab Saudi kembali mengizinkan jamaah umrah asal Indonesia untuk menunaikan umrah setelah ditutup karena pencegahan covid-19.

Melalui nota diplomatik dari Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, terdapat beberapa syarat untuk jamaah umrah asal Indonesia.

Menanggapi nota diplomatik tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan saat ini komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia memang tengah berusaha mengurangi segala hambatan yang menghalangi kemungkinan jamaah umrah Indonesia untuk tidak dapat melakukan ibadah umrah.

Berikut ini syarat yang harus dipenuhi oleh jamaah umrah asal Indonesia berdasarkan nota diplomatik yang disampaikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi:

1. Jamaah penerima vaksin Sinovac juga dibolehkan umrah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan jemaah umrah Indonesia bisa menjalankan umrah meski menggunakan vaksin Sinovac.

“Sampai sekarang memang Sinovac bisa dipakai, tapi harus ada karantina. Jadi karantina lima hari kemudian bisa melakukan ibadah (umrah),” kata Budi dilansir dari Tempo.co, Sabtu (23/10/2021).

2. Karantina selama lima hari

Nota diplomatik menyebutkan bahwa masa periode karantina dipertimbangkan akan ditetapkan selama lima hari bagi para jemaah umrah yang tidak memenuhi syarat standar kesehatan.

“Nota diplomatik juga menyebutkan, mempertimbangkan masa periode untuk karantina selama 5 hari bagi para jemaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan,” kata Retno.

3. Hanya jemaah yang sudah vaksin dua dosis yang diizinkan

Saudi Gazette melaporkan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan hanya jemaah yang divaksinasi covid-19 lengkap dengan dua dosis yang diizinkan untuk mengajukan izin umrah.

Syarat tersebut juga berlaku untuk permohonan izin mengunjungi Rawdah Syarif dan makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi di Madinah.

Selain syarat terbaru yang telah disebutkan di atas, syarat lainnya bagi jemaah umrah Indonesia ialah usia jemaah harus 18-60 tahun.

Tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid, berdasarkan ketentuan Kemenkes. Menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang ditimbulkan akibat covid-19.

Selain itu jemaah juga harus bebas covid-19, dibuktikan dengan asli hasil PCR/swab test yang dikeluarkan rumah sakit atau laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

UAS Ceritakan Ataturk 6 Bulan Sakaratul Maut, Ketika Dimakamkan Tidak Diterima Tanah Akhirnya Disemen

Sab Okt 23 , 2021
390 Pekanbaru (Riaunews.com) – Pendakwah kondang, Ustaz Abdul Somad alias UAS menyebut pendiri bangsa Turki modern Mustafa Kemal Ataturk mengalami […]
%d blogger menyukai ini: