Longsor di Alahan Panjang Solok jebak ribuan warga

Longsor di Alahan Panjang menutupi badan jalan yang membuat ribuan warga sempat terjebak. (Foto: Youtube/Mansiang Chanel)

Solok (Riaunews.com) – Kejadian tanah longsor yang menutupi badan jalan menyebabkan ribuan warga terisolasi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (13/2/2020).

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Armen mengatakan, banjir disertai longsor terjadi di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, tepatnya di Jorong Sipadieh Simpang Taratak Baru Salimpek. Peristiwa itu terjadi pada Kamis petang.

“Ada jalan sepanjang sekitar 400 meter yang longsor, sehingga memutus akses masyarakat yang hendak bepergian,” kata Armen saat dikonfirmasi Detikcom.

Dalam catatan BPBD, warga empat nagari yang terjebak dalam musibah itu, yakni Talang Babungo, Sariek Alahan Tigo, Sungai Abu, dan Alahan Panjang. Warga yang tak bisa kembali pulang kebanyakan dalam perjalanan usai dari pasar.

Luapan air banjir yang menutupi badan jalan di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, SUmbar. (Foto: Youtube/Mansiang Chanel)

 

“Ada seribuan orang yang terjebak di lokasi, karena tidak bisa lewat. Banyaknya warga yang terjebak di jalan, karena pulang dari pasar. Kebetulan hari tadi ada aktivitas pasar di dua tempat, yaitu di Talang Babungo dan Alahan Panjang,” tambah Armen.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD sudah meluncur ke lokasi, untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material longsor. Bencana itu dilaporkan dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi sepanjang hari Kamis di lokasi kejadian.

“Fokus kita membersihkan badan jalan dulu dengan alat berat, agar warga yang terjebak bisa lewat. Kalau cuaca bersahabat, tengah malam ini mudah-mudahan bisa dilewati,” katanya.

Seperti dilansir Antara, masyarakat secara swadaya mencoba membersihkan material jalan. Pada pukul 20.35 WIB, jalan baru bisa dilalui kendaraan bermotor roda dua.

“Kami sudah tugaskan tim untuk pembersihan jalan dan menghubungi PU untuk mengirim alat berat semoga jalan bisa dilalui seperti biasanya lebih cepat,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *