Kamis, 13 Juni 2024

Mekominfo akan Kerja Sama Dengan Google Dalam Pemberantasan Iklan Judi Online Menggunakan AI

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyebut dirinya akan membahas terkait rincian program kerja sama pemberantasan judi online (judol) dengan Google pada Selasa (4/6).

“Besok (Selasa, 4 Juni) saya ketemu dia (Google). Habis itu kita sampaikan. Jadi Google, sebagai bentuk partisipasinya dalam program-program pemerintah, termasuk utamanya membasmi judi online,” ujar Budi usai acara Google AI untuk Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Senin (3/6).

“Google membantu dengan teknologi google AI-nya. Besok kita ketemu, nanti disampaikan,” kata Budi. Ia juga menyatakan ekosistem judi online adalah penyakit masyarakat di era digital yang harus diberantas.

Nantinya, Google akan menggunakan kecerdasan buatan yang mereka miliki untuk memilah dan memblokir konten yang berbau judi online berserta dengan akun pemilik kontent tersebut. Budi  mengklaim teknologi yang nantinya digunakan akan sangat canggih.

“Canggih deh pokoknya. Kalo enggak canggih bukan Google namanya,” Ujarnya.

Menkominfo juga sudah memberikan ultimatum ke berbagai platform sosial media untuk ikut andil dalam memerangi konten-konten judol tersebut. Sorotan utama bagi Menkominfo saat ini adalah Telegram yang sampai saat ini masih memberikan ruang gerak untuk iklan Judol.

“Jadi ada tren para judi online main di Telegram. Karena itu saya peringatkan kepada Platform telegram. Jika tidak mau kooperatif untuk memberantas judi online, ini pasti akan kami tutup,” kata Budi alam konferensi pers secara daring, Jumat (24/5).

Dalam kesempatan itu juga, Budi juga memberikan peringatan keras pada platform lain seperti X, Meta, dan TikTok. Jika tidak kooperatif dalam pemberantasan judol, maka para raksasa sosial media itu akan didenda Rp.500 juta per konten.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *