Rabu, 10 Agustus 2022

Menantu Habib Rizieq Berorasi dalam Aksi Demo di Depan Kedubes India

Menantu Habib Rizieq Shihab (HRS) ikut aksi demonstrasi di depan Kedubes India, Muhammad Hanif Alatas.

Jakarta (Riaunews.com) – Menantu eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas mengatakan pernyataan politikus partai Bharatiya Janata (BJP) yang sempat mengomentari kehidupan pribadi Nabi Muhammad dengan Sayyidah Aisyah telah membuat umat Islam di dunia tersinggung.

Hal itu disampaikan Hanif saat menyampaikan orasi dalam unjuk rasa di depan Kedubes India, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2022) siang.

“Baru-baru ini kita umat islam dengan pernyataan dua jubir partai penguasa di India, salah satu di antara keduanya menghina Rasulullah terkait hubungan dengan Sayyidah Aisyah sebagai sebuah yang tabu,” kata Hanif.

“Umat islam tersinggung atau tidak?” tanya dia.

“Tersinggung,” teriak massa menjawab orasi Hanif.

Hanif mengatakan Nabi Muhammad adalah imam dan panutan bagi umat Islam. Menurutnya, apabila nabi terakhir itu dihina, maka hinaannya dirasakan lebih sakit bagi umat Islam dibandingkan terhadap orangtua sendiri.

“Rasulullah adalah imam kita. Rasulullah adalah panutan kita. Sayyidah Aisyah adalah ibu kita. Manakala Rasulullah dan Sayyidah Aisyah dihina dilecehkan, demi Allah bagi kami lebih sakit daripada ayah dan ibu kami yang dihina,” ucapnya ditutup takbir.

Sementara itu dalam orasinya, Sekretaris Dewan Syuro PA 212 Slamet Maarif menyindir Kantor Kedutaan Besar India di Jakarta yang masih berstatus kontrak lahan.

“Ternyata Kedubes India ngontrak di sini, tadinya kalau gak ngontrak kita mau turunin benderanya. Eh ngontrak, ngontrak belagu,” kata Slamet saat orasi, Jumat (17/6).

Bukan hanya itu, Slamet mengatakan pihaknya mendesak Dubes India untuk angkat kaki dari Indonesia terkait perlakuan diskriminatif terhadap umat Islam di negara asalnya.uslim.

“Mulai besok tinggalkan indonesia. Sebelum diskriminatif dihentikan. Sebelum kami yang memaksa anda pulang,” kata Slamet.

“Siap usir Dubes India?” tanya Slamet.

“Siap,” teriak massa menjawab.

Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung. Massa masih bertahan di depan Kedubes India meski hujan sempat mengguyur lokasi. Sementata itu, akibat massa yang memenuhi jalur lambat, arus lalu lintas jalur cepat di Jalan Rasuna Said tersendat.

Aksi ini digelar sebagai protes terhadap pernyataan politikus partai Bharatiya Janata (BJP), Nupur Sharma yang sempat mengomentari kehidupan pribadi Nabi Muhammad dalam debat TV. Pernyataannya itu pun memicu kontroversi di India.

Komentar Sharma itu dianggap sebagai bentuk penghinaan oleh umat Islam. Bahkan, banyak negara mayoritas Islam mengecam pernyataan Sharma, termasuk Indonesia.

Sharma juga sudah dipolisikan karena ucapannya tersebut sehingga menimbulkan ketegangan antarumat agama di India.

Merespons kontroversi ini, Sharma mengatakan komentarnya terkait Nabi Muhammad dilontarkan untuk menanggapi “ejekan dan rasa tak hormat” yang terus diungkapkan kepada dewa Hindu dalam debat. Ia juga menyampaikan telah menarik kembali ucapannya tersebut.***

Tinggalkan Balasan