Minggu, 26 Juni 2022

Momen Noel Nangis Jumpa Munarman: Saya Saja yang Satu Gerbong Diteroriskan, Apalagi Dia?

Immanuel Ebenezer

Jakarta (Riaunews.com) – Immanuel Ebenezer menceritakan momen momen mengharukan bertemu Munarman menyampaikan siap jadi saksi meringankan bagi tokoh FPI itu.

Saking mengharukan, Immanuel Ebenezer sampai nangis dengan sikap humanis dari sosok Munarman lho.

Gimana enggak mau nangis, Munarman justru malah mengkhawatirkan posisi Immanuel Ebenezer lho.

Immanuel Ebenezer atau Noel menceritakan momen tersebut saat dia bertemu Munarman untuk jadi saksi di persidangan. Respons Munarman kala itu nggak diduga bagi Noel.

“Munarman memeluk saya, Munarman justru mengkhawatirkan posisi saya. Itu yang buat saya kaget. Kalau (Munarman) seorang teroris tak punya rasa kemanusiaan, apalagi saya seorang Kristen, dia tahu saya seorang Kristen,” kata Noel dikutip Hops.ID dari Youtube Realita TV, Sabtu (26/3/2022).

Menyadari respons humanis dari Munarman, Noel tertegun banget haru.

“Kalau mau jujur saya nangis, saya kaget sampai saya pikir Tuhan apalagi yang bisa saya lakukan. Saya sebut saja kalau secara manusiawi, saya nggak sanggup,” kata Noel.

Namun Noel kemudian bisa menguasai diri dari rasa haru itu, dan menyikapinya sebagai sebuah jalan yang digariskan Tuhan.

“Saya nggak tahu apa ini kehendak Tuhan yang harus saya lakukan. Ini risiko pilihan dari yang saja perjuangannya yaitu rekonsiliasi,” ujarnya.

Nah soal Munarman, Noel kenapa punya pandangan yakin mantan Sekretaris Umum FPI itu bukan teroris.

“Dia mau diajak dialog. Dia mau diajak komunikasi. Dia bicara tentang bangsa ini, dia ngakuin republik ini Republik Indonesia. Makanya saya heran, kenapa dia harus, kita tahu lah orang yang hajar Murnaman ini kan karena sikap dan pandangannya yang kritis kan,” ujar Noel.

Lebih heran lagi, kata Noel, dia saja diteroriskan setelah bersaksi meringankan untuk Munarman, pantas kalau Munarman gampang dilabeli teroris.

“Saya saja diteroriskan, apalagi Munarman. Kan saya satu gerbong dengan presiden saja dilabeli teoris, keji kan,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan