Minggu, 25 September 2022

Ngabalin Akan Polisikan Dian Cahyani yang Mencatut Namanya Untuk Minta Uang ke Kepala Daerah

ngabalin
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Jakarta (Riaunews.com) – Ulah Dian Cahyani membuat nama baik Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tercoreng.

Dian Cahyani mencoreng nama baik Ali Mochtar Ngabalin. Ia mencatut nama Ngabalin saat meminta sumbangan Rp 800 juta kepada Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

Ngabalin pun tak tinggal diam. Ia akan melaporkan Dian Cahyani ke Bareskrim Polri, Kamis(7/4) hari ini.

Pria kelahiran 25 Desember 1968 itu mengatakan dirinya bakal meminta polisi menangkap oknun-oknum yang mencatut namanya dan juga melakukan pemalsuan surat dengan stempel Kantor Staf Kepresidenan.

“Tentu meminta polisi agar bisa menemukan pihak-pihak yang mencatut nama saya, juga atas pemalsuan surat dan stempel institusi KSP,” kata Ali Mochtar Ngabalin kepada JPNN.com, Kamis (7/4).

Pria kelahiran Fakfak itu mengatakan pelaporan tersebut juga sekaligus bentuk penegasan bahwa dirinya tidak pernah meminta sumbangan uang Rp 800 juta itu.

“Saya menggunakan hak konstitusi saya untuk mengklarifikasi nama baik saya serta mengembalikan kehormatan institusi KSP sebagai lembaga pemerintah yang dibentuk dan dipercayakan oleh Bapak Presiden dalam mengawal program-program strategis presiden,” kata Ngabalin.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaporan itu dilayangkan sebagai wujud ketaatannya terhadap perintah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

“Saya pun telah meminta arahan dan nasihat dari deputi saya selaku atasan langsung Juri Ardiantoro,” ujar Ngabalin.

Ali Mochtar Ngabalin menuding Dian Cahyani bagian dari kelompok yang mencatut namanya untuk minta sumbangan Rp 800 juta kepada Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis.

Dalam surat permintaan sumbangan mencatut KSP dan Ngabalin, dicantumkan nama Dian Cahyani disertai nomor ponsel sebagai pihak yang bisa dihubungi untuk memberikan informasi lebih lanjut soal donasi.

Ngabalin menduga Dian Cahyani merupakan orang yang telah mencatut dan memalsukan surat itu.

“Yang bersangkutan pasti menjadi bagian dari kelompok yang melakukan pemalsuan dan penipuan serta pencatutan nama, kop surat, dan stempel KSP,” pungkas Ali Ngabalin.***

Tinggalkan Balasan