Kamis, 18 Juli 2024

Peduli warga terdampak Covid 19, anggota Fraksi PKS bagi 1.000 paket sembako di Ambon

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Anggota DPR RI Fraksi PKS Saadiah Uluputty saat menyerahkan bantuan 1.000 paket sembako dan masker untuk masyarakat Maluku. (Foto: istimewa)

Ambon (Riaunews.com) – Kebijakan physical distancing dan mewabahnya virus corona (Covid-19) berdampak kepada masyarakat luas di Maluku. Daya beli sebagian besar masyarakat menjadi menurun dan beban ekonomi kian bertambah.

Sebagai salah satu upaya meringankan beban masyarakat, anggota DPR RI Dapil Propinsi Maluku, Saadiah Uluputty menggelar aksi bagi sembako kepada warga terdampak.

Sejak Senin hingga Selasa (20-21/4/2020), Saadiah bersama struktur DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Maluku, membagikan 1.000 paket sembako di kota Ambon.

“Pandemi Covid 19 menyebabkan beban ekonomi warga kota Ambon terkhusus dan Maluku secara umum kena dampak. Daya beli mereka menurun. Banyak yang kehilangan mata pencaharian”, sebut Saadiah kepada Riaunews.com, Selasa (21/4), melalui keterangan tertulis.

Selain sembako, Saadiah mengatakan pihaknya juga menyiapkan 1.000 buah masker yang dibagi bersamaan dengan paket sembako tersebut.

Saadiah mengakui bantuan yang disalurkan tidak dapat menyentuh seluruh masyarakat di Kota Ambon dan daerah lainnya di Maluku, namun paling tidak pihaknya berkontribusi dan diharapkan menjadi sumbangsih untuk membangun empati bagi masyarakat.

“Beban ekonomi yang dipikul oleh masyarakat tentu berat. Aksi peduli ini menjadi kontribusi untuk berbagi perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan”, jelas anggota Fraksi PKS ini.

Dirinya menandaskan jika efek Covid-19 memukul berbagai sektor kehidupan masyarakat, maka ia berharap agar pemerintah menyiapkan jaring pengaman sosial (social safety net) secara serius. Semua wilayah harus tersentuh termasuk masyarakat di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Propinsi Maluku.

“Jaring pengaman sosial harus serius disiapkan oleh pemerintah. Aspek keterjangkauan harus dapat menyentuh masyarakat pada semua wilayah termasuk di wilayah 3T”, harap Saadiah.

Karena kebijakan pembatasan sosial yang saat ini berjalan, berakibat masyarakat 3T juga kena dampak, pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *