Rabu, 1 Februari 2023

PSI Akui Ibu ‘Penjual Dawet’ yang Sebar Hoaks terkait Tragedi Kanjuruhan Pernah Jadi Pengurus Partai

Penjual dawet yang menyebar hoaks terkait tragedi Kanjuruhan ternyata seorang pengurus PSI.

Jakarta (Riaunews.com) – Jagat media sosial (medsos) dihebohkan seorang ibu yang mengaku sebagai ‘penjual dawet’ memberikan keterangan palsu dalam Tragedi Kanjuruhan. Kekinian identitas perempuan tersebut perlahan mulai terungkap. Sejumlah pihak bahkan menyebut perempuan tersebut anggota atau kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menanggapi keriuhan tersebut, PSI akhirnya buka suara soal seorang ibu bernama Suprapti Fauzi yang mengaku sebagai ‘penjual dawet’ tersebut. Pengurus PSI Malang mengakui jika perempuan tersebut merupakan anggota partainya.

Baca Juga: “Tukang Dawet” yang Bikin Hoaks soal Kanjuruhan Ternyata Eks Pengurus PSI

Selain itu, Suprapti juga pernah menjadi pengurus partai tersebut. Namun kini sudah tidak lagi jadi pengurus. Meski begitu, PSI akan lakukan pengecekan keanggotaan terhadap Suprapti. Jika Suprapti masih terdaftar sebagai anggota partai tersebut, PSI akan lakukan pemecatan.

“Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020. Kami sedang mengecek di sistem keanggotaan PSI. Jika benar masih tercatat, kami segera pecat,” kata Ketua DPD PSI Kabupaten Malang, Yosea Suryo Widodo dalam keteranganya yang diizinkan untuk Suara.com dikutip pada Rabu (12/10/2022).

Sementara di sisi lain, Yosea mengatakan, PSI mendukung pengusutan tuntas hilangnya ratusan nyawa dalam tragedi Kanjuruhan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diberi sanksi.

Penjual Dawet

Sebelumnya, Tragedi Kanjuruhan menyisakan berbagai isu dan berita palsu. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah sebuah voice note seorang perempuan yang mengaku sebagai penjual dawet di dekat gate 3 Stadion Kanjuruhan.

Voice note tersebut mengungkapkan bahwa ada pengeroyokan pada polisi oleh Aremania dan suporter yang mengonsumsi minuman keras serta narkoba.

Setelah diusut rupanya pengakuan tersebut adalah palsu, tak ada penjual dawet di gate 3 terutama saat tragedi memilukan itu berlangsung.

Baca Juga: Walah, Puluhan Botol yang Diklaim Miras Oleh Polisi di Kanjuruhan Ternyata Obat Hewan Ternak

Akhirnya, pemilih suara perempuan tersebut mengaku dan mendatangi keluarga korban.

Perempuan tersebut bahkan diduga seorang kader partai politik yang kini m anggota partai politik.

“Masih ingat rekaman suara yang viral memberikan kesaksian terkait tragedi di Kanjuruhan dan mengaku sebagai penjual dawet?” tulis akun Twitter @AremaniaCulture pada Rabu (12/10/2022).

“Berikut video yang bersangkutan meminta maaf ke salah satu keluarga korban yaitu mas Nawi Curva Nord,” imbuhnya.

Pada video tersebut pelaku mendatangi rumah keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Dia meminta maaf sambil menangis di pangkuan keluarga korban.

Menurut akun @aremaniaculture, sembilan hari setelah tragedi data dari perempuan yang mengaku penjual dawet itu tersebar. Hal ini yang kemudian membuat tumahya dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Unggahan tersebut sontak mengundang kemarahan dari warganet di mana seorang wakil rakyar bisa membauat tragedi kematian semakin gaduh.

“Kesaksian palsu pantes masuk penjara. Kalau enggak bisa masuk penjara minimal masuk neraka,” komentar warganet.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: PT LIB dan Indosiar Saling Tuding Pertandingan Dilakukan Malam Hari

“Oh wow, kita tahu itu hoaks. Tapi tak pernah menduga akan bisa terkuak dengan gamblang, blatant, membagongkan seperti ini,” tambah warganet lain.

“Mau minta ini diusut tuntas, tapi minta ke siapa?” tambah lainnya.

“Ini yang kader PSI itu enggak sih,” timpal warganet lainnya.***

 

Sumber: Suara

Tinggalkan Balasan