Rabu, 1 Februari 2023

Pulang dari Bandung Naik Argo Parahyangan, Anies: Semoga Bisa Tetap Dinikmati di Tahun Mendatang

Anies Baswedan naik KA Argo Parahyangan dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta. (Foto: Twitter)

Jakarta (Riaunews.com) – Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap layanan Kereta Api (KA) Argo Parahyangan tidak dihapus lantaran penuh sejarah dan kenangan bagi banyak orang.

Hal itu disampaikan Anies lewat unggahan di media sosial Facebook miliknya, sembari membagikan foto Anies tengah duduk di gerbong KA Argo Parahyangan sembari berswafoto dengan sejumlah penumpang.

“Kini kembali ke Jakarta dengan naik Argo Parahyangan, kereta yang penuh sejarah, kenangan dan terus menjadi pilihan bagi begitu banyak orang. Kereta ini telah membuat perjalanan jadi pengalaman,” ujar dia, Senin (23/1/2023).

Selanjutnya ia berharap layanan KA Argo Parahyangan bisa terus dinikmati di tahun-tahun mendatang.

“Semoga Argo Parahyangan yang menyenangkan ini tetap bisa kita naiki di tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya.

KA Argo Parahyangan merupakan layanan kereta penumpang yang terdiri dari kelas eksekutif dan ekonomi premium yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kereta itu melayani lintas Kiaracondong, Bandung-Gambir, Jakarta dan sebaliknya.

Dikutip KAI Access, waktu tempuh Jakarta-Bandung maupun sebaliknya dengan KA Argo Parahyangan kurang lebih tiga jam. Harga tiket kelas ekonomi dibanderol dengan harga Rp150 ribu, sedangkan Rp200 ribu kelas eksekutif.

KA Argo Parahyangan pertama kali diluncurkan pada 31 Juli 1971. Nama KA Argo Parahyangan diambil dari dua kata yaitu Argo yang berarti gunung dan Parahyangan (priangan atau preanger) yakni wilayah budaya dan pegunungan di Provinsi Jawa Barat.

Nasib KA Argo Parahyangan terkatung-katung imbas Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang akan segera beroperasi. Beredar isu kereta yang menjadi tunggangan masyarakat yang bepergian antara Bandung-Jakarta itu akan dihentikan operasinya saat proyek KCJB rampung.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan masih akan mengkaji kebijakan menghentikan operasi KA Argo Parahyangan. Ia mengaku butuh melakukan survei untuk mengetahui apakah penumpang KA Argo Parahyangan akan beralih memilih Kereta Cepat.

“Itu yang kita pikirkan. Bahwa kalau kereta cepat itu kan cuma totalnya 48 menit sementara ini kan 3 jam bagaimana kemungkinannya ya kita membutuhkan survei supaya lebih akurat,” ujarnya.

Meskipun demikian, Budi Karya tak menutup kemungkinan KA Argo Parahyangan masih akan beroperasi pada Juni 2023 ketika Kereta Cepat sudah mulai beroperasi.

“Ada kemungkinan, tapi itu berdasarkan suatu pembahasan dan survei yang baik,” tegasnya.

Terpisah, Plt Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal menilai angkutan barang bisa jadi opsi ketimbang mematikan KA Argo Parahyangan.

“KA Argo Parahyangan untuk penumpang, bukan untuk barang. Artinya memang kalau nanti pun KCJB sudah jalan, maka tidak menutup kemungkinan jalur lama itu kita dedicated untuk angkutan barang. KA Argo Parahyangan tetap ada, tapi angkutan barang ditingkatkan,” katanya kepada awak media di Kompleks DPR RI pada Desember 2022.

Menteri BUMN Erick Thohir sempat menyinggung soal potensi membuka jalur KA Argo Parahyangan menjadi kereta barang.

Hal itu disampaikan Erick usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (5/12). Ia menjelaskan kebijakan terkait perkeretaapian ada di tangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kendati demikian, Erick memastikan memiliki kesamaan dengan Budi mendorong ekosistem logistik secara menyeluruh di Jawa Barat.

“Nah, untuk kereta, kan bisa juga jadi kereta barang. Karena Indonesia tidak punya kereta barang. Lalu, untuk penumpangnya, bisa pakai kereta cepat. Sinkronisasi ini yang memang harus dijalankan seperti pertanyaan bahan pokok tadi,” jelas Erick, dikutip dari CNBC Indonesia.***

Tinggalkan Balasan