Jumat, 1 Juli 2022

Banyak Hutang, FK Senica Monetasi Suporter dari Indonesia

Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman berduet di FK Senica.

Senica (Riaunews.com) – Manajemen FK Senica kini mengandalkan pemasukan dari Indonesia melalui sejumlah media sosial sebelum menyerahkan dokumen komitmen sebagai persyaratan mengikuti Super Liga Slowakia musim 2022/23.

Klub Super Liga harus mengirimkan dokumentasi tentang status komitmen ke komisi lisensi asosiasi sebelum 1 April demi mendapatkan lisensi untuk ambil bagian di musim depan. Salah satu komitmen itu adalah tentang kondisi keuangan klub. Namun Senica hingga kini belum lepas dari krisis keuangan.

Disitat Goal.com, pergantian kepemilikan dari Oldrich Duda ke sekelompok pengusaha pada 1 Desember belum memberikan perubahan berarti. Senica diperkirakan masih mempunyai utang hingga satu juta eruo. Bukan itu saja, gaji sejumlah pemain belum dibayarkan.

“Utang sedikit berkurang, kami telah menyelesaikan beberapa hal,” kata direktur klub David Balda kepada RTVS yang dikutip laman Sport.

Tak heran bila Senica kini sedang berusaha keras mencari pendapatan di luar sponsor. Keberadaan dua penggawa Indonesia Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri dimaksimalkan Senica untuk mengeruk euro melalui media sosial. Senica mempunyai 216 ribu pengikut di Instagram, serta 115 ribu di YouTube.

“Kami telah mengatur untuk memonetisasi setiap posting. Setiap kali video kami ditonton, kami mendapatkan euro. [Tapi] Ini bukan jumlah besar. Ada ratusan, hingga maksimum beberapa ribu euro sebulan. Itu membuat kami setidaknya ada pemasukan,” ucap Balda.

“Kami juga menjual jersey ke Indonesia. Ini satu lagi bantuan untuk klub, setidaknya untuk pengeluaran saat ini.”

Kendati menghadapi masalah finansial, pelatih Pavel Sustr tidak mau menyerah. Kerja Sustr juga tidak terlalu maksimal, karena Senica minim pelatih kiper, fisik, dan fisioterapis.***

Tinggalkan Balasan