Rabu, 1 Februari 2023

Menteri Olahraga Prancis Tuding Liverpool Biang Kekacauan Final Liga Champions

Puluhan ribu fans Liverpool tak bisa menyaksikan langsung final Liga Champions 2022 di Stadion Stade de France, Paris, karena memegang tiket palsu.

Paris (Riaunews.com) – Menteri Olahraga, Olimpiade, dan Paralimpiade Perancis, Amelie Oudea-Castera, pada Senin (30/5/2022), menyalahkan Liverpool atas kekacauan yang mewarnai final Liga Champions melawan Real Madrid di Paris, Perancis.

Tapi, ketika berbicara hal itu, dia turut mengungkapkan penyesalan bahwa gas air mata telah digunakan terhadap beberapa suporter.

Pemerintah Perancis telah menghadapi rentetan kritik dari pers dan politisi di Inggris atas penanganan polisi terhadap pertandingan pada Sabtu (28/5/2022), yang membuat ribuan penggemar Liverpool dengan tiket berjuang untuk bisa masuk.

Tetapi, Oudea-Castera mengatakan kepada radio RTL bahwa berbeda dengan Real Madrid, Liverpool telah gagal mengatur dengan baik para pendukung yang datang ke Paris.

“Liverpool membiarkan pendukungnya berkeliaran, ini adalah perbedaan besar,” kata dia, dilansir dari AFP.

Menteri Olahraga Perancis menambahkan, bahwa ada 30.000-40.000 penggemar Liverpool dengan tiket palsu atau tanpa tiket berada di luar Stade de France.

“Kita perlu melihat dari mana tiket palsu ini berasal dan bagaimana mereka diproduksi dalam jumlah besar,” ujar Oudea-Castera.

Dia mengatakan aspek yang paling disesalkan dari apa yang terjadi dalam kekacauan di laga final Liga Champions adalah bahwa gas air mata telah digunakan terhadap keluarga dan anak-anak yang datang untuk menonton final.

Oudea-Castera pada Senin ini dijadwalkan akan memimpin pertemuan pejabat keamanan dan sepak bola Perancis, serta perwakilan dari badan sepak bola Eropa UEFA.

Menteri Dalam Negeri Perancis Gerald Darmanin dan kepala polisi Paris Didier Lallement direncanakan akan hadir.

Oudea-Castera bersikeras bahwa Perancis akan mampu menjadi tuan rumah acara olahraga besar saat Paris bersiap untuk mengadakan Olimpiade pada 2024 serta final Piala Dunia rugby pada 2023.

“Saya tidak khawatir, saya sangat berkomitmen bahwa kami benar-benar belajar semua pelajaran dari apa yang terjadi pada Sabtu malam untuk meningkatkan segalanya, menjelang acara-acara besar ini,” ungkap dia.***

Tinggalkan Balasan