Sabtu, 1 Oktober 2022

Akhir Kehidupan Pengolok Agama

Alfiah S.Si
Alfiah S.Si

Oleh : Alfiah, S.Si

“Minta maafnya jangan ke saya. ke imam ibnu katsir, ke umat se indonesia yg sakit hati agamanya dihina-hina,” kata Ning Imaz yang merupakan cucu pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo dalam twetnya imazz (@ImazzFat) pada September 14, 2022. Demikianlah ungkapan perasaan Ning Imaz saat ia diolok-olok sedemikian rupa saat berdakwah

Masalah ini bermula dari cuitan Eko Kuntadhi di Twitter yang mengunggah potongan video Ning Imaz. Di dalam video yang diproduksi NU Online itu, Ning Imaz menjelaskan tafsir Surat Ali Imran Ayat 14. Potongan video ini diunggah Eko dengan mencantumkan keterangan atau caption berupa ungkapan bernada kasar. “Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan,” bunyi keterangan video yang diunggah Eko Kuntadhi.

Eko Kuntadhi memang sudah meminta maaf secara langsung dengan Ning Imaz dan pihak keluarga di Pesantren Lirboyo, Jawa Timur. Namun kasus ini tidak bisa dianggap selesai begitu saja karena karena apa yang dilakukan Eko Kuntadhi sudah masuk ke ranah penistaan agama. Pasalnya bukan baru ini saja Eko Kuntadhi melakukan penghinaan. Eks Ketua Kornas Ganjarist Eko Kuntadhi tercatat bukan kali ini saja menyerang ajaran Islam.

Baca Juga: Pengamat Tak Percaya Pengakuan Ganjar yang Tak Kenal dengan Eko Kuntadhi

Melansir Republika, Eko sudah beberapa kali mengejak tausiyah yang dibawakan beberapa ulama atau ustadz. Eko pernah memfitnah Ustadz Adi Hidayat (UAH) dengan tudingan menggelapkan dana donasi untuk Palestina yang terkumpul hingga Rp 30 miliar pada akhir Mei 2021. Tidak ada permintaan maaf untuk itu. Bahkan, pada 17 Oktober 2021, Eko kembali menyerang UAH yang membahas materi tausiyah kehidupan di surga, mirip dengan yang disampaikan Ning Imaz.

“Kayaknya sih, kaum lelaki dapat bidadari. Yang perempuan mendapatkan tupperware,” kata Eko melalui akun Twitter @_ekokuntadhi dikutip di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Eko juga pernah mengolok-olok video tausiyah Buya Yahya yang membahas masalah umat Islam bisa masuk ke surga. “Yang Muslim masuk surga. Yang Kristen ke Heaven. Yang Yahudi ke taman Eden. Hindu naik ke Swarga Loka. Dan penganut Buddha ke Alam Bahagia,” kata Eko pada 5 Oktober 2021.

Pada pertengahan Mei 2022, Eko juga pernah mengolok-olok Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dilarang masuk ke Singapura. Eko pun menyarankan UAS untuk liburan ke Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan agar bisa memberi makan monyet.

“Kalau ditolak liburan ke Singapura. Kan bisa ke Dufan. Naik ontang-anting atau kora-mora. Foto sama badut disana. Atau ke Ragunan juga bisa. Foto sama gajah. Jangan lupa bawa kacang. Buat ngasih makan monyet,” kata Eko.

Pendakwah kondang Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym pernah menjadi sasaran omongan pedas Eko. Pada medio Juni 2021, Eko pernah mengomentari hubungan Aa Gym dan Teh Ninih yang harus berpisah.

“Saat ibumu melahirkanmu cuma kau anggap sedang sebagai turun mesin. Jangan salahkan orang jika mereka menganggap kau cuma oli bekas,” kata Eko menyindir Aa Gym. Tidak puas, ia menulis status lagi. “Waduh, kok turun mesin? Kirain ustad, ternyata montir,” ujar Eko.

Namun, sekalipun tidak ada permintaan maaf ke para ustaz yang telah dihinanya. Barulah pada Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz, Eko Kuntadhi menyatakan permintaan maaf.

Baca Juga: PKB Jatim Peringatkan Eko Kuntadhi untuk Menertibkan Para Buzzernya

Ketua LBH Pelita Umat, Chandra Purna Irawan berpendapat Eko Kuntadi terindikasi dan berpotensi melecehkan tafsir ayat Al-Qur’an sehingga sama saja melecehkan kitab suci umat Islam. Dia menilai pandangan Ning Imaz sudah sejalan dengan pandangan para mufasir. Salah satunya, Imam Ibnu Katsir (701-774 H), pakar tafsir asal Kota Damaskus, dalam kitab tafsirnya berjudul Tafsirul Qur’anil ‘Azhim, saat menjelaskan ayat 14 surat Ali Imran.

Dalam konteks Penodaan agama, kata Chandra, MUI telah mengeluarkan fatwa soal Kriterianya. Hal itu dijelaskan dalam fatwa hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ke-7 yang digelar pada 9 November 2021 di Jakarta.MUI menjelaskan kriteria dan batasan tindakan yang termasuk dalam kategori perbuatan penodaan dan penistaan agama Islam adalah perbuatan menghina, menghujat, melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan: a. Allah SWT, b. Nabi Muhammad SAW, c. Kitab Suci Al-Qur’an, d. Ibadah Mahdlah seperti salat, puasa, zakat dan haji.

Berikutnya, ketua eksekutif BPH KSHUMI itu berpendapat tindakan Eko Kuntadhi jelas dapat dinilai menghina dan merendahkan kredibilitas Ning Imaz yang memiliki kafa’ah (otoritas) untuk menjelaskan tafsir Al Qur’an berdasarkan keilmuan yang dimiliki.Atas tindakan itu, Eko Kuntadhi diduga melanggar ketentuan Pasal 310 KUHP perihal menyerang kehormatan atau nama baik seseorang.

Chandra menyebut Eko juga dapat dijerat pasal pencemaran dengan UU ITE karena menyampaikan pencemaran itu melalui sarana Twitter, sehingga tindakan tersebut dapat dinilai memenuhi unsur delik Pasal 27 Ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Selanjutnya, tindakan eks ketua umum Ganjarist tersebut juga terindikasi atau diduga menyebar kebencian dan permusuhan berdasarkan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) yang dapat dinilai memenuhi unsur delik Pasal 28 Ayat (2) UU ITE.

Dalam pendapat hukumnya, Chandra menyatakan Eko Kuntadhi tidak bisa lari dari tanggung jawab hukum, meskipun telah menghapus video tersebut dari akunnya di Twitter. Menurutnya, saat Eko mengunggah video dan capture-nya sudah beredar, Eko dapat dinilai memenuhi unsur ‘menyebarkan’ dan tidak bisa ditarik dengan dalih telah dihapus. Selain itu, Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A UU ITE tentang pidana menyebar kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA tetap harus diproses karena beleid tersebut bukan delik aduan.

Baca Juga: Kasus Penghinaan Eko Kuntadhi pada Ning Imaz Berakhir Damai, Ini Poin-poinnya

Pengolok-olok agama ternyata tidak hanya terjadi pada saat ini. Sejak zaman Rasulullah SAW berdakwah, para buzzer zaman jahiliyyah tak kalah berani dengan para buzzer saat ini. Bedanya mereka tidak punya media sosial untuk memaki-maki Rasulullah SAW dan menghina Islam. Namun yang mereka lakukan justru duduk bersama dengan orang-orang yang mendengarkan dskwah Rasulullah SAW, kemudian membantah dakwah Beliau pada saat itu juga. Hal ini dilakukan agar orang-orang yang disekitar Beliau meragukan kebenaran Islam.

Adalah Abu Lahab, paman Rasulullah SAW sendiri yang menjadi salah seorang buzzer yang paling menonjol pada masanya. Sampai-sampai namanya diabadikan Allah dalam Al Qur’an karena kuatnya penentangan Abu Lahab terhadap dakwah.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Nabi SAW pernah pergi ke tanah lapang, lalu beliau mendaki bukit seraya berseru: “Wahai sekalian kaum.” Kemudian orang-orang Quraisy berkumpul mendatangi beliau, kemudian beliau bersabda: “Bagaimana menurut kalian jika aku beritahu kalian bahwa musuh akan menyerang kalian di pagi atau sore hari, apakah kalian mempercayaiku?” “Ya,” jawab mereka. Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian akan azab yang sangat pedih.” Lalu Abu Lahab berkata: “Apakah untuk ini engkau kumpulkan kami? Kebinasaanlah bagimu.” Lalu Allah menurunkan :

تَبَّتۡ يَدَاۤ اَبِىۡ لَهَبٍ وَّتَبّ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.” Abu Lahab termasuk orang yang banyak menyakiti, membenci, mencaci dan merendahkan Rasulullah SAW dan juga agama Islam.

Disebutkan dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, ketika Nabi SAW di pasar Dzul Majaz, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, katakanlah: ‘Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, niscaya kalian beruntung.” Maka Abu Lahab berkata kepada orang-orang yang berkumpul di sekitar Nabi SAW: “Sesungguhnya dia (Rasulullah) adalah pengikut Shabi’ah lagi pendusta.”

Dan disebutkan pula dati Ibnu Mas’ud ra. Bahwa ketika Rasulullah SAW mengajak kaumnya untuk beriman, Abu Lahab berkata: “Jika apa yang dikatakan anak saudaraku (Muhammad) benar, maka aku akan menebus diriku dari siksaan pada hari Kiamat kelak dengan harta dan anakku. Maka Allah Ta’ala pun menurunkan:

مَاۤ اَغۡنٰى عَنۡهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَؕ

“Tidaklah berfaedah baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan”

Demikianlah karakter para buzzer dari semenjak masa Rasulullah SAW sampai saat ini selalu mencaci, mengolok-olok, merendahkan dan menentang para pendakwah dan ajaran Islam. Namun Allah SAW menjanjikan kebinasaan pada mereka dan di akhirat kelak akan mendapat siksa api neraka yang menyala-nyala. Wallahu a’lam bi ash-shawab.***

Penulis pegiat literasi Islam

Tinggalkan Balasan