Bandaraku Sayang, Bandaraku Malang

Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara ‘dijual’ ke perusahaan asal India.

Oleh : Alfi Ummuarifah S.Pd

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Begitulah ungkapan yang cocok menggambarkan kondisi aset negara yang tergadai secara paksa. Akibat dari kerjasama bisnis yang jelas-jelas tidak gratis. No free lunch, tidak ada makan siang yang gratis.

Sebulan lalu, bandara Sydney pada Senin (8/11/2021) mengumumkan telah menyetujui tawaran pengambilalihan senilai US$ 17 miliar (Rp 242,1 triliun) oleh konsorsium investor Australia.Ya, hanya beberapa hari setelah dibukanya kembali bandara untuk perjalanan internasional (Beritasatu.com, 8/11/2021).

Dewan bandara di Sydney telah diserahkan pada investor setelah mengalami kerugian. Dengan suara bulat menyetujui penjualan saham bandara ke Sydney Aviation Alliance, konsorsium investor infrastruktur dan dana pensiun Australia.

Pihaknya merekomendasikan para pemegang saham untuk memilih karena bandara itu mengalami kerugian.

Bagaimana dengan bandara Kualanamu? Apakah bakal mengalami nasib yang sama sebagaimana bandara sydney?

Apa kabar bandara keren di kota Medan ini? Beberapa informasi valid sudah menunjukkan jika 49 persen sahamnya sudah diberikan pada investor dari India bernama GMR, anak perusahaan investor Prancis.

Bagaimana nasibnya setelah 25 tahun ke depan? Apakah masih menjadi milik masyarakat Sumatera Utara atau sudah tergadai?

Benar sekali, bandara Kualanamu tengah hangat diperbincangkan. Hal ini lantaran adanya kabar yang menyebut jika PT Angkasa Pura II (AP II) selaku pengelola Bandara Kualanamu telah membagikan sahamnya 49 persen nya ke pihak asing (Liputan6.com, 26/11/2021).

Penjelasan resmi Angkasa Pura II menyatakan bahwa pengelolaan bandara kualanamu berbentuk Joint Venture. Menurut Said Didu itu membetuk perusahaan baru, artinya sudah terjadi penjualan saham. Begitu cuitan Said Didu dalam akun twitternya @msaid_didu.

Namun, kabar tersebut buru-buru ditepis AP II. Direktur Transformasi dan Portofolio Strategis PT Angkasa Pura II (Persero) Armand Hermawan pun membantah terjadi penjualan saham atau penjualan aset Bandara Kualanamu di Sumatera Utara.

Pembangunan bandara ini menelan dana hingga Rp5,8 triliun. Alokasi pembiayaan bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3,3 triliun dan alokasi pembiayaan PT Angkasa Pura II (persero) sebesar Rp2,5 triliun.

Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013.

Bandara Kualanamu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya.

Daya tampung Bandara Kualanamu hampir mencapai 10 kali lipat dari Bandara Polonia, yakni mampu untuk menampung kapasitas 22,1 juta penumpang per tahun.

JVCo hanya dianggap menyewa aset kepada AP II untuk dikelola selama 25 Tahun. Setelah periode kerja sama berakhir, JVCo tidak berhak lagi mengelola Bandara Internasional Kualanamu dan semua aset hasil pengembangan akan dikembalikan kepada AP II.

Pertanyaannya apakah saat nanti dikembalikan, keadaaan bandara itu masih baik? Masyarakat perlu mempertanyakannya.

Walaupun dikatakan bahwa kemitraan strategis ini merupakan inovasi model bisnis yang menarik minat investasi pihak swasta. Tentu agar dapat turut berkontribusi dalam mengembangkan infrastruktur di Indonesia dan menyediakan layanan bagi kepentingan umum. Apakah negara kita memiliki kekurangan dalam bidang ini?

Sesungguhnya ahli dalam negeri cukup banyak. Karena sejatinya ini milik masyarakat. Negaralah pihak satu-satunya yang seharusnya mengelola tanpa campur tangan pihak manapun. Allah mengamanahkan milik umum pada negara.

Meskipun tujuan dari kemitraan strategis ini adalah mengakselerasi 3E yaitu expansion the traffic (memperluas penerbangan), equity partnership (menambah permodalan) dan expertise sharing (berbagi teknologi dan keahlian).Tujuannya agar daya saing Bandara Internasional Kualanamu dapat lebih cepat ditingkatkan.Namun bahaya besar tetap mengintai masyarakat.Keputusan ini harus ditinjau ulang.

Terkait Expansion the traffic, Armand Hermawan mengungkapkan Bandara Internasional Kualanamu akan dijadikan hubungan penerbangan internasional khususnya di wilayah barat. Katanya akan mendatangkan banyak penerbangan dari luar negeri ke dalam negeri dan sebaliknya.

Adapun GMR Airports Consortium yang sebagian sahamnya juga dimiliki Aéroports de Paris Group (ADP) asal Prancis termasuk jaringan operator bandara dengan total jumlah penumpang terbanyak di dunia.

Kerjasama Beraroma Busuk

Joint Venture (konsorsium) atau yang biasa disebut dengan perusahaan patungan? adalah perusahaan yang didirikan oleh dua atau lebih entitas bisnis dengan tujuan untuk menyatukan sumber daya dan menjalankan bisnis dalam jangka waktu tertentu.

Pihak yang terlibat akan membentuk entitas bisnis baru dan masing masing akan berkontribusi untuk memaksimalkan rencana bisnis yang dibuat. Meskipun perjanjian kerja ini tidak berlaku selamanya, dan tergantung kesepakatan antara semua pihak yang terlibat. Namun bahayanya tetap mengintai masyarakat.

Umumnya perusahaan akan kembali beroperasi dengan normal setelah jangka waktu yang ditentukan selesai, atau tujuan yang disepakati telah tercapai.

Dalam sistem ekonomi kapitalisme memang mewajibkan beberapa jenis industri yang pendiriannya wajib menggunakan perjanjian joint venture. Misalnya pelabuhan, pelayanan masyarakat, penerbangan, produksi, transmisi listrik, telekomunikasi, pembangkit tenaga atom, media masa, air minum, dan kereta api.

Terlihat bahwa memang konsep sistem Kapitalis ini prinsipnya bukan melayani. Tetapi berbisnis dengan masyarakat.

Terkait dengan Undang-Undang Pengaturan Regulasi Joint Venture telah diatur dalam UU, PP, dan SK Menteri. Misalnya UU Nomor 1 Tahun 1967 Pasal 23 tentang Penanaman Modal Asing. PP Nomor 20 Tahun Pemilikan Saham dalam Perusahaan yang didirikan dalam rangka penanaman modal asing.

Lalu PP Nomor 7 Tahun 1993 tentang Pemilik Saham perusahaan penanaman Modal Asing dan SK Menteri negara Penggerak Dana Investasi/ Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 15/SK/1994 tentang ketentuan pelaksanaan pemilikan saham dalam perusahaan yang didirikan dalam rangka penanaman modal asing.

Sistem ekonomi Kapitalisme di negeri ini telah menjadikan negara memiliki kewenangan mengatur fasilitas milik umum “dibolehkan” dikuasai asing melalui UU yang dibuat oleh negara itu.

Tentu ini berbeda jika sistem ekonomi islam yang mengaturnya.

Menurut sistem ekonomi Kapitalisme ada beberapa manfaat penting yang melatarbelakangi dibuatnya perjanjian joint venture (konsorsium).Bisnis adalah motif utamanya. Tak perduli apakah masyarakat setuju atau tidak setuju.

Beberapa diantaranya adalah agar terjadi
Penggabungan sumber daya, joint venture memungkinkan entitas bisnis baru yang telah dibuat agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu agar terjadi penggabungan keahlian, dengan penggabungan keahlian masing-masing entitas bisnis, maka entitas baru tentunya akan memiliki keunggulan yang lebih baik. Apakah negeri ini kekurangan orang yang ahli di bidang ini?

Mereka para pelaku bisnis kapitalisme juga berasumsi bahwa cara ini dapat
menghemat uang, setelah dua entitas bisnis bergabung maka tiap perusahaan dapat menghemat pengeluaran masing masing. Motif keuntungan mewarnai pelayanan terhadap masyarakat.

Menurut mereka disebabkan karena biaya yang harus dikeluarkan tidak dibebankan pada satu perusahaan melainkan kepada entitas lain yang terlibat.Ini akan menghemat angggaran negara. Sekali lagi meskipun ada mudaratnya, pertimbangan kemanfaatan menjadi sandarannya.

Ekspansi pasar asing yang mereka harapkan dari joint venture ini menjadi salah satu metode yang digunakan untuk memperluas jaringan distribusi produk ke pasar asing yang menjadi target pasar.

Namun apakah itu boleh dilakukan pada aset masyarakat yang menjadi milik bersama?
Sekali lagi mindsetnya keuntungan dan bisnis kepada masyarakat.Bukan pelayanan.

Joint venture adalah kesepakatan penggabungan entitas (dapat berbeda badan hukum) menjadi entitas baru.

Sebagaimana sebuah kesepakatan dalam perjanjian, pihak terlibat akan menyatakan tujuan ini dengan jelas dalam persetujuan dan perjanjian yang telah disepakati.

Meskipun dalam kesepakatan ini biasanya berisi tentang rincian kewajiban, hak, dan juga regulasi lainya.

Namun masyarakat sebagai pemilik bandara tak pernah ditanya, setuju atau tidak atas kesepakatan itu. Jika nanti untung, nominalnya harus berbagi pada investor. Bukan seutuhnya milik masyarakat. Bahkan saat rugi, aset itu dapat berpindah tangan kepada investor.

Contohnya entitas bisnis baru dari tiga korporasi besar, yaitu NBC Universal Television Group. (21st Century Fox, dan The Walt Disney Company.

Lalu Asus dan Gigabyte, persaingan bisnis dalam produksi perangkat keras mendorong perusahaan melakukan inovasi dan melakukan kerjasama. Pada tahun 2007 dua perusahaan teknologi asal taiwan pun melakukan perjanjian joint venture untuk produksi motherboard, graphics card, dan beberapa komponen lainya.

Namun demikian yang mengalami kerugian juga banyak. Setelah ternyata rugi, aset saham yang tersisa biasanya diserahkan semua kepada investor.

Oleh karena itu sistem joint venture ini sifatnya gambling. Jika pun tujuannya untuk meraih keuntungan.

Peluang rugi tetap ada. Bahaya yang lebih besar mengintai di balik perjanjian ini. Masyarakat harus bersiap-siap akan kehilangan asetnya.

Ya, begitulah sistem kapitalisme memang menjadikan kemanfaatan sebagai tujuannya. Konsep kepemilikan yang kacau dan memfokuskan pada keuntungan investor dan korporasi menjadi arah ideologinya. Ideologi rusak dan pro kapital.

Hal itu berbeda dengan cara pandang islam dalam memandang kepemilikan bandara. Islam memandang bahwa bandara itu adalah milik umum.

Syariah mengamanahkan pengelolaannya pada negara. Tidak boleh dialihkan pada individu atau swasta dan Wallahu a’lam bish-showaab.***

 

Penulis Pegiat Literasi Islam Kota Medan

Tinggalkan Balasan

Next Post

Habib Bahar Jadi Tersangka dan Ditahan, Netizen Singgung Kasus Denny, Ade Armando dan Abu Janda yang Mandek di Kepolisian

Sel Jan 4 , 2022
490 Bandung (Riaunews.com) – Penceramah Habib Bahar bin Smith akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohon setelah ceramahnya berisi […]
%d blogger menyukai ini: