Ferdinand Hutahean: Fanhash Abad Kini

Ferdinand Hutahaean mengaku mualaf sejak 2017 setelah cuitannya tentang “Allahmu lemah” dipolisikan.

Oleh : Alfiah, S.Si

Cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’ sukses membuat Ferdinand Hutahaean berurusan dengan kepolisian. Ia kini resmi menjadi tersangka dan telah dijebloskan ke penjara. Wajar umat Islam meradang karena cuitan FH kental unsur penistaan agama apalagi yang menjadi objek adalah Allah Yang Maha Kuat (Allahu Qowwiyu).

Dalam cuitannya, Ferdinand Hutahaean menyebut ‘Allahmu ternyata lemah’. Cuitan itu diunggah pada Selasa (4/1/2022) kemarin. Namun, saat ini, cuitan itu sudah dihapus.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” demikian bunyi cuitan Ferdinand.

Baca Juga:

Lancang sekali ucapannya. Jadi teringat oleh seorang Yahudi bernama Fanhash. Kebenciannya terhadap Islam sempat mengusik kesabaran dan ketenangan Abu Bakar ra. Padahal ia adalah sahabat Rasul SAW yang dikenal berperangai halus, sangat sabar dan lemah lembut

Diriwayatkan bahwa bahwa Abu Bakar ra. Pernah berbicara dengan seorang Yahudi yang dipanggil Fanhash.

Beliau mengajaknya masuk Islam, tetapi Fanhash menolaknya dengan mengatakan, “Demi Allah, wahai Abu Bakar, kami tidak fakir di sisi Allah, Dialah yang benar-benar fakir di sisi kami. Kami tidak tunduk kepada-Nya sebagaimana Dia tunduk kepada kami. Sesungguhnya kami benar-benar tidak membutuhkan-Nya, Dialah yang membutuhkan kami. Seandainya Dia tidak membutuhkan kami, tentu Dia tidak meminjam harta kami sebagaimana yang diyakini oleh sahabatmu. Dia melarang kalian dari riba dan memberikannya kepada kami. Seandainya Dia tidak butuh kami, tentu Dia tidak memberikan riba kepada kami.”

Fanhash berkata seperti itu dengan merujuk firman-Nya:

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةً ۗوَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (Al Baqarah: 245).

Demikianlah, jika tidak paham Islam sementara rasa takut terhadap Allah hilang, jangankan ulama, Allah pun berani dinista. Tapi ingatlah bahwa Allah Yang Maha Kuat tidak berdiam diri terhadap penistaan yang dilakukan terhadap wali-wali Allah, apalagi penistaan terhadap Allah.

Dari Abu Hurairah, ia menuturkan, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Allah berfirman, Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya’, …”(HR Bukhari).

Sebenarnya penistaan yang dilakukan oleh FH bukanlah yang pertama. Bahkan bukan hanya FH tetapi banyak unggahan para buzzer yang kental penistaan agama tetapi didiamkan penguasa. Polisi bertindak tunggu ada pelaporan. Bahkan laporan penistaan agama yang telah masukpun banyak diabaikan. Ini menjadi pelajaran bahwa manusia hakikatnya lemah semua akan kembali kepada Allah Yang Maha Kuat. Berani menghina Allah dan wali Allah, maka Allah akan menghinakannya di dunia dan akhirat. ***

Penulis seorang pegiat literasi Islam

Tinggalkan Balasan

Next Post

Tak Kantongi HGU, Presiden Diminta Cabut Izin PT DSI di Siak

Rab Jan 12 , 2022
354 Siak (Riaunews.com) – Koperasi Sengkemang Jaya Kampung/Desa Sengkemang, Kecamatan Kotogasib, Kabupaten Siak, meminta Presiden Joko Widodo juga mencabut izin […]
%d blogger menyukai ini: