Gorengan “Layangan Putus”, Syariah Islam Tak Pernah Salah

Sampul novel Layangan Putus.

Oleh : Alfi Ummuarifah

Layangan Putus. Berita yang sedang hangat-hangatnya. Hastag #layanganputus pun menjadi trending dua pekan ini.

Namun hastag yang trending itu nampaknya ada yang menggorengnya. Pihak yang mencari celah mendiskreditkan islam memanfaatkannya secara apik.

Kisah itu diangkat ke layar lebar dengan sudut pandang yang sudah dimodifikasi beberapa hal.Terlihat kontras diarahkan ke sudut pandang yang menharah pada kebencian terhadap syariat.

Akhirnya kita tak usah heran. Layangan putus menjadi “gorengan hangat” setelah difilmkan. Semakin membelok alur kisah layangan putus ini ke arah moderasi beragama.

Tuduhan mendiskreditkan islam pada syariah agung tentang hijrah, poligami, cadar semakin beraroma. Kisah mommy ASF ini kini digoreng oleh sistem menjadi makanan baru beraroma full versi baru. Apa yang dikisahkan mommy ASF dibelokkan agar jelas arahnya dan semakin menunjukkan kebencian sistem zalim itu pada islam.

Wahai kaum muslimin. Hati-hatilah pada upaya framing menjatuhkan Islam itu.
Waspadalah pada racun yang disebarkan secara halus yang merasuki pemikiranmu. Janganlah engkau terpapar ide sesatnya. Gorengan mengandung racun.

Kita sepakat wahai kaum muslimin bahwa poligami memang berat. Bertambah berat jika dilakoni keliru. Perlakuan seorang yang keliru itu janganlah menjadi alibi untuk membenci syariatnya. Syariat itu tak pernah salah. Jangan menjadi tidak fair dengan syariahnya.

Tetap ada kebaikan dari syariah itu. Hanya saja tidak nampak semua itu karena tertutup fitnah. Fitnah girengan beracun itu. Mencederai hikum alkah.

Adillah dalam bersikap. Tindakan oknum tertentu yang terpeleset jangan menjadi sumber hukum.
Janganlah kita terjebak pada pengarusutamaan moderasi beragama. Sebab semua itu disampul dengan kebencian pada syariah Allah. Ada panah kebencian pada syariah yang mereka tuduhkan.

Kisah layangan putus yang terjadi tidaklah serumit itu. Sebab kisah itu sudah digoreng sedemikian rupa menjadi gorengan baru yang semakin gurih. Gorengan gurih yang bernuansa mendiskreditkan islam.

Tentu supaya kaum muslimin jauh dari syariah islam. Semakin benci dan terus-menerus membencinya secara subyektif.

Mommy ASF tak membicarakan tentang kisahnya dengan aroma pembelokan yang keji. Dia menjadi korban luka batin atas terplesetnya pelaku poligami itu. Namun yang tercederai secara subjektif justru syariahnya.

Ini syariah agung dari Allah. Suka atau benci kita pada pelakunya tidak ” membenarkan” kita untuk kebencian pada hukum Allah itu. Nanti Allah murka.

Wajar kuali penggorengan itu di wadah kapitalisme. Sekuleris berbaju fitnah. Alam kapitalis sekuler yang menggorengnya terus melalui para influencernya.
Pengejawantahan target mendiskreditkan islam terjadi begitu rapi. Ummat digiring secara halus pada menu penuh racun.

Ini jauh dan jauh lebih dari yang dibayangkan. Gorengan hangat mencederai islam menjadi cerita baru yang gurih. Jauh dari kisah yang terjadi secara nyata.
Kisah yang diceritakan mommy ASF. Mommy ASF pun tampaknya tak merasakan aroma busuk itu. Sebab semua terbungkus parfum yang nampak indah.

Beberapa orang yang tak bersalah tersenggol sesuai arahan moderasi beragama. Kesalahan perseorangan itu membuat aturan Islam mendapatkan porsi yang tidak adil. Kaum muslimin terjebak dalam fitnah yang keji. Bahkan Qori yang membaca tilawah Al-Qur’an mendapatkan komentar ” dislike” karena ada di stasiun televisi yang dimiliki seseorang terkait layangan putus. Sampai separah itu.

Padahal Qori itu tak ada hubungannya langsung dengan kisah mommy ASF dan suaminya. Rembetan fitnah itu melebar pada cadar, hijrah, dan syariah itu. Padahal itu tak berhubungan sama sekali dengan kisah yang sebenarnya.

Hal ini sudah melampaui batas. Hati-hatilah sahabatku. Jagalah pemikiran mulia ini, janganlah sampai kita “terframing” dan mengikutinya mentah-mentah.

Ingatlah selalu hadist Rasulullah.
Sibaabul muslim fusuuqun, wa qiraaluhu kufrun. Artinya mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran.

Jangan menjadi tidak adil karena kejahilan. Wallahu a’lam bish-showaab.****

 

Penulis Pegiat Literasi Islam Kota Medan

Tinggalkan Balasan

Next Post

Manchester City Pesta 7 Gol Tanpa Balas Menjamu Leeds

Rab Des 15 , 2021
737 Manchester (Riaunews.com) — Manchester City pesta gol saat menang 7-0 atas Leeds United pada pekan ke-17 Liga Inggris di […]
%d blogger menyukai ini: