Kamis, 22 Februari 2024

Judi Online Jadi Jalan Pintas Menuju Kekayaan, Benarkah?

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 

Oleh Oki Ummu Kinan, penggiat literasi Kabupaten Siak – Riau

Melansir berita dari CNNIndonesia (24/8/2023), terungkap Judol (Judi Online) yang marak akhir-akhir ini, melibatkan sejumlah penggiat media sosial atau selebgram. Tertangkapnya dua selebgram oleh Polrestabes Bandung, yaitu Areta Febiola dan Deni Sukirno, telah mempromosikan judol di akun media sosialnya masing-masing, ternyata menambah sederet pihak yang terlibat pada kasus Judol ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan, dalam siaran persnya bahwa Indonesia kini darurat judi online, untuk itu menghimbau semua elemen masyarakat untuk bahu membahu memberantas judi online, karena korbannya adalah anak-anak. Selamatkan generasi muda Indonesia dari praktik haram ini pada Rabu (23/8/2023).

Siapapun pihak yang terlibat judol akan mendapat sanksi. Para pelaku sudah tidak malu-malu lagi mempromosikan secara terang-terangan di media sosial.

Keuntungan Judol yang Menjanjikan, Benarkah?

Judol dianggap sebagai cara singkat untuk meraih keuntungan. Beratnya memenuhi kebutuhan hidup hari ini, karena sempitnya lapangan kerja. Sementara kebutuhan Sehari-hari, wajib ada dan harus segera terpenuhi untuk bertahan hidup.

Sebahagian orang menganggap bahwa bermain judi online selain untuk mengisi kekosongan waktu, dan mencari uang tentu karena Judol menjanjikan untuk bisa meraih uang cepat, berlipat, dan dianggap solusi yang tepat. Kemudahan mengakses judol juga mudah sambil duduk dan menggerakkan jari.

Keuntungan dari perputaran judi online, memang menggiurkan seperti di salah satu situs Judol yakni situs Higgs Domino Island mencapai Rp 2,2 triliun per bulan atau Rp 27 triliun per tahun nilai yang fantastis dan menjanjikan. Maka wajar Judol dianggap cara cepat untuk meraih kekayaan.

Sayangnya yang diuntungkan tentunya pemilik usaha dan beberapa pihak. Sementara Kerugiannya, lagi-lagi yang disasar adalah masyarakat kecil. Mirisnya lagi, masyarakat kecil tersebut adalah generasi muda negeri ini. Jika sehari judi slot Rp 30 ribu, sebulan Rp 900 ribu.

Ada banyak masalah kompleks yang melanda negeri ini, merasuk ke segala lini. Mulai dari ekonomi, sosial, kesehatan dan bahkan dunia pendidikan. Semua ini saling berkaitan, seolah solusi yang ada belum mampu menuntaskan.

Akar dari problematika hari ini akibat sistem rusak yakni kapitalisme yang hanya akan menimbulkan masalah dan terus ada masalah baru. Solusi yang ada hanya tambal sulam, bersifat temporal dan justru melahirkan masalah baru lagi.

Judol Tentu Haram, Tinggalkan Secepatnya!

Kapitalisme, dengan ide sekulerismenya menjauhkan agama dari kehidupan. Manusia di atur hanya dengan aturan yang lahir dari kepentingan nafsu tanpa melibatkan Tuhan. Tujuan hidup yang ingin diraih hanya kebahagiaan dunia yang semu. Pahala dan dosa, halal dan haram bukan standar perbuatan.

Jadi wajar, jika hari ini negeri ini yang mayoritas muslimnya terbesar di dunia sedang dalam kondisi darurat pada segala lini. Kungkungan kapitalis-sekuleris membentuk masyarakat yang jauh dari aturan agama.

Jauhnya pemahaman dari agama, pastinya tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Betul, jika beberapa situs Judol telah di blokir namun tidak menutup kemungkinan jika situs-situs Judol baru bisa bermunculan. Semua bisa terjadi karena Sanksi yang ada tidak memberikan efek jera bagi pelakunya.

Islam menjadi solusi terbaik bagi masalah negeri ini. Aturan yang ada dari yang maha menciptakan, sesuatu yang dilarang pasti mendatangkan keburukan dan sesuatu yang diperintahkan tentunya ada banyak kebaikan. Sanksi tegas bagi siapapun pelakunya, tanpa pilih-pilih, hukum bersifat sebagai pencegah orang lain untuk melakukan hal yang sama dan penebus bagi kesalahan perbuatan dosa yang dilakukan di dunia.

Islam memandang dalam perolehan harta, harus ditempuh dengan jalan keridhoan Sang Pencipta. Niat dan Cara tidak boleh keluar dari koridor Syariat.

Tidak sekedar makan untuk makan tetapi makan yang didapat harus dari harta dan cara yang halal. Jadi, menjadikan judi ataupun terlibat didalamnya sebagai jalan menuju kekayaan tentunya salah, sebab bertentangan dengan syariat.

Selain dorongan ketakwaan individu haruslah juga di topang oleh masyarakat dan negara. Masyarakat hadir untuk amar ma’ruf nahi munkar dan negara yang akan menerapkan dan pelaksana kebijakan aturan.

Jika individu, masyarakat dan negara dalam satu aturan serta didukung oleh naungan yang shahih maka kedamaian, keselamatan dan keberkahan dari yang maha menciptakan akan kembali.

Sepatutnya, selamatkan negeri ini dengan kembali pada Islam, penerapan aturan yang kaffah agar membawa keberkahan. Satu-satunya jalan Hanya dengan Islam, jika hari ini kita mau menganut kapitalisme lalu kenapa kita enggan untuk mengganti dan kembali pada Islam. Bukankah sejarah telah membuktikan bahwa peradaban Islam berhasil mengukir kegemilangan sepanjang zaman.

Wallahu’alam bishawab

Satu komentar

  1. Sejatinya hidup dengan sistem Islam lebih menguntungkan dunia dan akhirat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *