Kamis, 18 Juli 2024

Anies Bubble Geser Tren Prabowo Gemoy di Media Sosial

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Tren Anies Bubble kalahkan Prabowo Gemoy di media sosial.

Jakarta (Riaunews.com) – Aktif di TikTok dan wara-wiri di sosial media membuat nama Anies Baswedan trending dan menarik perhatian.

Bahkan muncul akun @aniesbubble atau Anies Bubble mendapat sorotan dari pakar politik Universitas Diponegoro (Undip) Wahid Abdulrahman.

Akun tersebut saat ini ramai dibahas di media sosial dan menghiasi lini masa Twitter atau yang kini dikenal dengan X.

Gerakan yang dicetuskan oleh pendukung capres nomor urut 1 itu bahkan sudah menggeser tren Prabowo Gemoy.

Dalam akun X Anies Bubble berisi informasi terkait calon presiden (capres) nomor urut 01, Anies Baswedan.

Tidak seperti akun pendukung biasa, akun tersebut dikemas dengan gaya layaknya penggemar Kpop yang tengah mempromosikan idolanya.

“For indonesia’s future. @aniesbaswedan’s archive,” tertulis dalam bio akun @aniesbubble.

Wahid Abdulrahman menilai, gerakan yang dikelola fans Kpop secara organik tanpa dirancang oleh Tim Pemenangan paslon 01 ini telah menggeser tren Prabowo Gemoy.

“Kemarin sempat marak joget gemoy, tapi nampaknya relatif pada aspek hiburan saja.

Tontonan dan hiburannya dapat, tetapi message untuk memasukan nilai rasionalitas, mengeksplorasi program dan gagasan itu tidak dapat,” ujar Wahid seperti dilansir Kompas.com.

Bukan tanpa alasan, tren gemoy tergeser setelah munculnya @AniesBubble terus merajai lini masa selama beberapa hari terakhir.

Bahkan akun ala penggemar K-pop yang dibuat secara sukarela oleh fans K-Pop mendapat lebih dari 100 ribu pengikut dalam satu pekan.

Akun itu membagikan potongan video dari Live TikTok yang dilakukan Anies sepulang kerja.

Baik saat berada di perjalanan pulang maupun di hotel. Kemudian melakukan interaksi tanya jawab dengan penonton live tersebut.Miir[Idol Korea Selatan

Mirip Idol Korea Selatan

Mulai dari rekomendasi buku bacaan, hingga tips menjadi individu positif dan produktif.

Cara interaksi ini dianggap mirip seperti saat idol Korea Selatan melakukan live.

“Kalau kita bandingkan dengan gemoy, ramainya hanya sesaat. Kalau @AniesBubble nampaknya bergulir lebih kencang.

Ini tidak hanya meyakinkan pemilih tapi juga bisa menggeser pemilih yang tadinya mau memilih pasangan 03 atau 02 misalnya, bisa bergeser,” jelas Wahid.

Uniknya, akun @aniesbubble dikelola seolah Anies merupakan idol Korea Selatan.

Pemilik akun membagikan cuplikan video disertai cuitan dengan alfabet Korea atau hangeul sebagaimana akun penggemar K-Pop pada umumnya.

Fans Kpop bahkan memberinya nama Korea, Park Ahn Nice. Lalu muncul inisiatif untuk mengadakan project dukungan dengan mengirim food truck saat Debat Capres mendatang.

Banyak fans Kpop yang ikut berdonasi secara sukarela dalam project ini seperti saat memberikan dukungan pada idola Kpop-nya.

Menurut Wahid, fenomena Anies Bubble ini dinilai berhasil mencuri perhatian publik.

Apalagi fans Kpop turut membuat kampanye Timnas 01 Desak Anies di berbagai penjuru daerah di Indonesia itu semakin trending.

Fans Kpop turut menyaksikan Desak Anies melalui siaran langsung di YouTube dan TikTok, maupun hadir secara langsung saat digelar di daerahnya.

“Kalau berkaca pada Desak Anies, cukup besar pemilih dari aspek segmen agama, etnis, dan itu bisa melompat. Saya kira satu keberhasilan dari Pak Anies itu di sini,” tegasnya.

Dosen FISIP Undip itu menilai, suara kalangan muda tergolong besar pada Pilpres 2024 ini.

Dongkrak popularitas Anies

Menurutnya tren AniesBubble sangat membantu perolehan suara bagi Anies.

“@AniesBubble membangun komunikasi dua arah dengan pemilih secara genuine atau natural, yang kedua, eksplorasi gagasan atau membangun solusi atas berbagai persoalan juga disertakan pada akun itu,” jelasnya.

Terlebih, melihat debat capres-cawapres KPU yang hanya satu arah, acara ‘Desak Anies’ ini dinilai mampu meningkatkan elektabilitas Anies belakangan ini.

“Format debat KPU nampaknya tidak cukup untuk eksplorasi dan terkesan lebih banyak di-setting, baik dari aspek calon, sehingga tidak nampak genuine,” ujarnya.

Kendati tak menjanjikan hadiah merchandise seperti kampanye pada umumnya, Desak Anies menjadi hal baru yang menarik dalam Pilpres ini.

“Desak Anies mampu menarik perhaian orang tanpa harus diberi uang transport, konsumsi, kaos, karena ada semacam diskusi gagasan, visi, program yang dimiliki capres dan cawapres dengan apa yang masyarakat keluhkan, ini ada saling tukar. Ini relatif lebih genuine ketimbang debat KPU, itu titik tengahnya di sana,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *