Rabu, 28 September 2022

Cerita Taufik Dicopot Gerindra Dari Kursi Wakil DPRD DKI Usai Doakan Anies jadi Presiden

M Taufik dicopot Partai Gerindra dari kursi Wakul Ketua DPRD DKI Jakarta usai mendoakan Anies Baswedan jadi Presiden. (Foto: RMOL)

Jakarta (Riaunews.com) – Politikus Partai Gerindra M. Taufik menceritakan hari-hari terakhir sebelum dicopot dari jabatan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Dia pun mempertanyakan apa yang salah dengan mendoakan Anies Baswedan menjadi presiden.

Taufik memaparkan awalnya dirinya sempat dipanggil oleh Dewan Etik Partai Gerindra setelah menyebut politisi Golkar Airin Rachmi Diany bakal jadi pengganti Anies Baswedan di kursi Gubernur DKI Jakarta. Tak hanya itu, ia juga sempat mendoakan Anies maju sebagai presiden berikutnya.

Padahal diketahui, kursi Gubernur DKI Jakarta didapatkan karena koalisi Gerindra-PKS. Pada saat yang sama, Gerindra diketahui akan kembali mengusung Ketua Umumnya Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024.

“Tanggal 31 Desember kan biasa tuh saya suka kumpulin kawan-kawan media. Saya ditanya gantinya Anies siapa ya. Saya sebut berdasarkan abjad saya bilang nih ya Airin baru Ariza. Kan, abjad Ariza nomor dua dong,” ujar Taufik dalam Youtube Total Politik, Sabtu (9/4/2022).

“Kemudian, teman-teman bilang agak tersinggung tuh,” sambungnya.

Selang beberapa waktu, dalam momen pelantikannya sebagai Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta Raya (KAHMI Jaya), Taufik sempat berpidato mendoakan Anies menjadi presiden.

“Saya selesai dilantik, saya doakan nih semua anggota KAHMI bisa naik kelas. Yang hadir di sini bisa naik kelas, Anies [jadi] presiden, Ariza bisa jadi menteri,” ucapnya.

Setelah dua kejadian itu, barulah Taufik dipanggil Dewan Etik Partai dan ditanya terkait alasannya mendoakan Anies sebagai presiden di muka publik. Terlebih, Taufik sebagai anggota Partai Gerindra pasti mengetahui rencana pencalonan Prabowo sebagai Capres 2024.

“Saya kan posisinya sebagai Ketua Umum KAHMI. Saya sebagai Ketua Umum KAHMI Jaya. Begitu ditanya itu, saya bilang memang doa saya salah? Kalau saya salah ya sebagai manusia minta maaf salah,” ujar Taufik mengulang jawabannya pada Dewan Etik.

Usai pertemuan itu, Taufik dipanggil oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta A. Riza Patria yang memberikan surat pemecatan DPP Gerindra pada Taufik sebagai Wakil Ketua DPRD. Menurutnya, Riza mengaku sudah berusaha menahan surat pemecatan itu.

“Ya, jalanin aja, Za. Kenapa lu mesti tahan tahan? Gua akan terima aja bahwa di DPRD ada mekanisme, bukan urusan saya, kan ada mekanisme penggantian pimpinan. Jalanin dong majuin aja pasti gua terima,” ujar Taufik mengulang pembicaraan pada Riza.

Ketika di ujung pertemuannya dengan Riza hari itu, Taufik menjelaskan bahwa selama ini ia merasa kemenangan dan kebesaran Gerindra bukan karena dirinya pribadi, melainkan karena nama Gerindra dan Prabowo. Ia sebagai petugas partai hanya melakukan kerja politik bersama dengan yang lain.

“Kita petugasnya, jadi kerja rame-rame, Za. Sudah gitu aja. Makanya saya kalau mau diganti hari ini enggak ada masalah buat saya. Berarti tugas saya sudah selesai,” pungkasnya.***

 

Sumber Artikel

Tinggalkan Balasan