Rabu, 17 Agustus 2022

Menurut Fahri Hamzah Cita Rasa Demokrasi Mulai Hilang

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.

Jakarta (Riaunews.com) – Seluruh elemen bangsa harus memeriksa diri sendiri soal kepekaan pada cita rasa demokrasi di Indonesia hari ini yang seperti sangat mudah untuk pudar, atau bahkan sampai hilang.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah dalam acara Gelora Talk edisi ke 33 dengan tema “Pemilu 2024: Daulat Parpol Vs Daulat Rakyat” secara virtual, Rabu (9/2/2022).

“Karena itu kita harus meski memeriksa yang selalu saya katakan pertama demokrasi hilang karena cita rasa demokrasi itu sendiri mulai hilang dalam diri kita,” ucap Fahri Hamzah.

Fahri mencontohkan, demokrasi di Indonesia telah hilang lantaran saat ini sebagian besar orang dengan mudahnya menerima kehadiran orang kuat dan apalagi berlatar belakang militer.

“Kita gampang sekali menerima orang kuat, kita gampang sekali menerima kehadiran militer itu belakangan ini, kita gampang sekali menerima perkakas-perkakas kekuasaan dalam kehidupan rakyat sipil itu yang sudah nampak di depan mata kita,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, indikasi bahwa demokrasi di Indonesia telah pudar yakni sebagai bangsa kerap menolerir adanya penyimpangan cara kerja dan kelembagaan negara.

“Waktu saya menentang cara bekerjanya KPK karena di dalamnya itu mengandung anasir otoriter yang sensitif untuk tidak mengkritiknya gitu,” ucapnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, tanda demokrasi mulai pudar juga ketika pemimpin negara mulai tidak memahami apa itu demokrasi dan bagaimana cara kerjanya.

“Karena itu kalau kita mau menggantinya nanti dengan pemilu, karena itu pertanyaannya itu apakah Pemilu 2024 itu akan memperbaiki demokrasi kita atau tidak,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan