Sabtu, 28 Mei 2022

Narji Buka-bukaan soal Demokrat hingga Dudung

Pelawak Narji Cagur sekarang jadi kader PKS.

Jakarta (Riaunews.com)- Pelawak terkenal, Narji, bergabung dengan PKS. Narji disorot lantaran sebelumnya sempat mendekat ke Partai Demokrat dan bahkan mendukung aksi Jenderal Dudung mencopot baliho Habib Rizieq. Kini Narji sudah buka-bukaan.

Narji bernama asli Sunarji Riski Radifan. Masuknya Narji ke PKS membuat publik ingat soal sikapnya mendukung Jenderal Dudung lantaran PKS sendiri tidak mendukung aksi Dudung mencopot baliho HRS.

Peristiwa penyampaian dukungan Narji (dan sejumlah artis lain) ke Dudung dilakukan di Markas Kodam Jaya, Jakarta Timur, 23 November 2020 silam.

Baca Juga:

Narji juga pernah dekat-dekat dengan Partai Demokrat. Kesan awal yang tersirat, Narji bakalan bergabung dengan Demokrat. Ternyata, Narji malah bergabung dengan PKS pada 19 Desember 2021.

Narji buka-bukaan ke publik soal masuknya dia ke PKS serta isu yang menyertainya. Jumpa pers Narji digelar di Teras Tangsel, Kecamatan Setu, Rabu (5/1/2022) kemarin.

Berikut adalah 5 bahasan buka-bukaan Narji sebagaimana dilansir Detikcom:

Tak ada niat nge-prank Demokrat
Narji sempat hampir bergabung dengan Partai Demokrat (PD) sebelum akhirnya memilih PKS. Narji mengaku tidak punya niat buruk kepada Demokrat.

“Tidak ada niat nge-prank. Artinya memang kebaikan teman-teman Demokrat,” kata Narji.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief sempat mengunggah foto Narji dengan caption ‘welcome’. Narji mengaku menghargai Andi Arief dan jajarannya, namun sambutan itu disebutnya bukan tanda bergabung.

 

Sempat ngobrol dengan PD, PAN, PSI sebelum masuk PKS

Selain sempat mendekat ke PD, Narji mengaku juga sempat berbincang dengan PAN dan PSI, namun semua itu hanya diskusi. Akhirnya Narji masuk PKS.

“Saya pernah komunikasi dengan PAN. Temen-temen Demokrat, temen-temen PSI datang ke rumah, ngobrol. Tapi saya kan berprinsip kehadiran saya silahturahmi dan diskusi,” katanya.

 

Minta maaf sempat dukung Dudung
Narji minta maaf lantaran dulu pernah mendukung langkah Jenderal Dudung Abdurachman mencopot baliho Habib Rizieq Syihab (HRS). Kini, Narji masuk PKS yang tidak mendukung aksi Dudung.

“Saya berharap masyarakat mau memaafkan. Masak masyarakat tidak memaafkan saya. Istri saya saja memaafkan saya, yang punya tampang kayak gini,” kata Narji kepada wartawan.

 

Sempat dukung Dudung karena ingin berteman
Narji mengatakan sikap dukungannya kepada Dudung tak bisa disebut suatu kesalahan. Dia melakukan itu hanya berdasarkan hati nuraninya. Dia ingin berteman dengan siapa saja, termasuk dengan Dudung di militer.

“Nggak juga, itu juga jangan dikaitkan dengan itu, gua tuh kan udah bilang, semua yang gua lakukan itu semua bersahabat, berteman sama semua orang, semua instansi, semua golongan, jadi gue pengin punya teman banyak gitu,” ucapnya.

 

Tersentuh bubur tukang kayu
Sebelum bergabung dengan PKS, Narji dan istrinya sempat terjangkit virus Corona. Dalam masa karantina mandiri, ada salah satu tetangganya yang tukang kayu memberi bubur dan obat ke Narji. Dia tahu tetangganya itu adalah kader PKS.

Namun, saat itu Narji tersinggung lantaran merasa dirinya artis diberi makan gratis oleh tukang kayu. Bubur dan obat itu biasa digantungkan di gerbang saat Narji masih menjalani karantina di rumah.

“Tapi ternyata, saya merenungi berdua istri, diskusi, memang sentuhan dari kader PKS itu selalu mengajarkan menjadi orang yang peka terhadap kejadian-kejadian sosial,” tutur Narji.

Peristiwa itulah yang memunculkan ketertarikan Narji kepada PKS. Anggota grup lawak Cagur itu melihat peristiwa tersebut juga menunjukkan betapa ‘kayanya’ kader PKS.

“Jika ditanya mengapa gabung PKS? (Jawabannya) karena kadernya orang kaya semua. Kaya itu dalam arti konseptual, karena di PKS itu selalu diajarkan tangan di atas untuk memberi, bukan menjadi tangan di bawah untuk meminta,” papar Narji.***

Tinggalkan Balasan