Rabu, 10 Agustus 2022

Rocky Gerung Nilai PDIP Ingin Singkirkan Luhut yang Lebih ‘Menguasai’ Jokowi

Luhut Binsar Panjaitan dan Joko Widodo.
Luhut Binsar Panjaitan dan Joko Widodo.

Jakarta (Riaunews.com) – Sebagai partai penguasa, PDI Perjuangan kini seakan menerima getah dari berbagai isu politik nasional, termasuk pemberitaan Jokowi 3 periode yang sempat menjadi bola salju dalam dinamika yang ada.

Meskipun sempat membantah dan tegas menolak, PDI Perjuangan tetap terpercik isu yang sudah terlanjur membesar itu.

Hubungan PDI Perjuangan dengan pemerintahan Jokowi sempat diwarnai naik turun ketegangan, puncaknya ketika Masinto Pasaribu, politisi kawakan partai banteng itu menyebut Luhut sebagai Brutus Istana.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa sebenarnya PDI Perjuangan akhirnya sudah tidak suka dengan kehadiran Luhut yang menguasai Jokowi lebih dari partai pimpinan Megawati tersebut.

“Ada bagian yang dipersoalkan oleh PDIP sebenarnya, melalui Masinton Pasaribu terutama, mengenai keterlibatan dua tiga orang yang merampas hak rakyat dan coba mengelabui publik dengan isu 3 periode, kepentingan PDIP sudah jelas, yaitu tidak mau ada Pak Luhut di kabinet,” ucap Rocky Gerung, dikutip Hops.ID dalam kanal YouTube miliknya.

Rocky menilai keberadaan Luhut yang terlihat mengendalikan Jokowi dan dia yakin publik tahu dan merasakan yang sama. Hal ini yang sempat terdengar tidak disukai oleh Megawati.

Jokowi dinilai sangat bergantung kepada Luhut yang sering memberikan advice dan bahkan jabatan-jabatan penting selain di Kementerian. Rocky menilai ini melebihi dari sosok Mahfud MD sebagai Menko Polhukam.

“Ya Luhut kan sering memberikan masukan arahan ya kepada Pak Jokowi, masalah politik, keamanan negara yang bahkan melebihi dari Pak Mahfud MD sebagai Menko Polhukam, kan harusnya dia (Mahfud MD) yang berikan saran,” lanjut Rocky.

Namun Rocky menganggap masalah Luhut sebenarnya kecil untuk Jokowi, meskipun terkadang dan bahkan kini terlihat ada ketidaksukaan dari PDI Perjuangan.

Ada masalah lain yang kini membuat Jokowi juga gusar, yaitu terangkatnya lagi isu korupsi yang sekian lama hening dari pembahasan.

Kasus larangan ekspor yang akhirnya berujung pada pengetahuan publik, yaitu tentang ada satu perusahaan produsen minyak goreng yang menjadi tersangka dan menjadi sponsor klub sepak bola di Solo, tempat anaknya presiden jadi wali kota.

“Isu Luhut kecil, Jokowi bisa kondisikan, tapi sentimen isu korupsi, terlebih menyinggung keluarga, itu yang bikin Jokowi tertembak tepat sasaran,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan