Kamis, 18 Juli 2024

Sekjen Sebut Pengikut Ketum dan Rais Aam PBNU Bergerak Dukung Prabowo karena Gus Nadir

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.

Jakarta (Riaunews.com) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan para pengikut Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bergerak mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, hal ini imbas pernyataan yang disampaikan tokoh NU Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir yang sempat menyampaikan dugaan bahwa PBNU secara struktural memihak kepada paslon Prabowo-Gibran.

“Jadi, jangan salahkan PBNU jika sekarang pengikut Rais Aam dan Ketua Umum ini bergerak akibat pernyataan yang disampaikan Prof Nadirsyah Hosen,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (24/1/2024), dilansir CNN Indonesia.

Gus Ipul mengatakan pernyataan Gus Nadir ini memantik para pengikut Miftachul dan Gus Yahya untuk benar-benar memenangkan Prabowo-Gibran.

“Jadi mereka bergerak ini dampak dari pernyataan Prof Nadirsyah, karena PBNU tidak pernah menyampaikan atau merilisnya. Dan gerakan ini meluas, karena pengikut Rais A’am dan Ketua Umum PBNU ini banyak sekali,” kata dia.

Sebelumnya Gus Nadir dalam sebuah wawancara pernah menjelaskan ada dugaan arahan amanat atau dawuh dari PBNU untuk mendukung Prabowo-Gibran.

Gus Nadir mengatakan PBNU mengumpulkan seluruh pengurus mulai dari tingkat cabang dan wilayah seluruh Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan Gus Yahya dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar turut hadir pada pertemuan tersebut.

Pada pertemuan itu, Gus Nadir mengatakan ada ‘dawuh’ atau instruksi tak tertulis untuk memenangkan Prabowo-Gibran. Ia pun mengaku sudah tabayun kepada para kiai yang hadir pada pertemuan tersebut.

Dihubungi terpisah, Gus Nadir menjelaskan pertemuan tersebut digelar di Hotel Bumi Surabaya sekitar 7 Januari 2024. Ia mengatakan informasi yang didapatkannya tak cuma dari satu orang saja.

Gus Nadir mengatakan kesaksiannya tersebut sekadar untuk menjaga muruah NU. Baginya, tindakan mengumpulkan pengurus NU di pelbagai tingkatan dapat mencederai muruah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf sudah menegaskan pernyataan Gus Nadir soal pengumpulan pengurus daerah untuk memenangkan Prabowo-Gibran hanya prasangka semata dan tak ada bukti.

Sementara itu, sekelompok orang yang mengaku sebagai relawan Gus Ipul telah menyatakan dukungan kepada Prabowo-Gibran.

Massa yang mengatasnamakan dirinya sebagai gerakan ‘Santri Nderek Kiai’ ini mengaku sudah tersebar ke setiap kelurahan hingga kecamatan di Jawa Timur.

“Mereka ini selanjutnya akan jadi jurkam di kampung-kampung mensosialisasikan Prabowo-Gibran,” kata Rijal, Jumat (12/1).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *