Kamis, 18 Juli 2024

Sentilan JK: Kawan Kita yang Satu Itu Marah Terus, Gimana Mau Debat dengan Pemimpin Negara Lain

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara pertemuan antara pengusaha dan calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, di Surabaya, Rabu (10/1/2024). (Foto: X @cakimiNOW)

Surabaya (Riaunews.com) – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengajak masyarakat memikirkan kondisi jika sebuah negara dipimpin oleh pemimpin yang suka marah-marah.

Hal tersebut disampaikan JK saat memberikan pandangannya di acara pertemuan antara pengusaha dan calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/1/2024).

Mula-mula, JK menyinggung soal pedoman memilih pemimpin di dalam agama Islam yang mengacu kepada sifat Nabi Muhammad SAW, antara lain amanah, tabligh, jujur, dan cerdas.

“Kalau tabligh siapa yang terbaik? Anies. Kalau yang cerdas siapa? Anies. Yang paling amanah? Anies. Paling jujur siapa? Anies. Nah, itu aja pegangannya. Karena kita kan harus mengikuti ilmu Rasulullah,” ujar JK.

“Kalau kawan kita yang satu marah terus, bagaimana kira-kira negara dipimpin oleh orang yang suka marah. Bagaimana kira-kira kalau dia berdebat dengan kepala negara lain, bisa ditonjok kepala negara lain,” jelasnya.

Politisi senior Partai Golkar itu kemudian berpesan agar masyarakat hati-hati memilih pemimpin. Salah satu yang menjadi acuan adalah sikap para capres saat debat ketiga Pilpres 2024 baru-baru ini.

“Jadi, harus hati-hati memilih pemimpin. Kita lihat kemarin malam saja di debat,” tegasnya.

JK kemudian menambahkan, pemimpin negara sebaiknya memiliki sifat tenang dan tidak mudah terpancing emosi.

Pasalnya, persoalan yang dihadapi bangsa sangat banyak sehingga diperlukan ketenangan dalam mengambil setiap keputusan.

“Pemimpin harus tenang dan punya gagasan, jangan emosional, karena persoalan bangsa ini banyak,” ujarnya.

“Kalau tidak tenang berpikir harus mengambil keputusan yang baik tentu pemimpin jangan emosional,” lanjutnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *