Minggu, 14 April 2024

Makin Seru, Hacker Bjorka Kini “Telanjangi” Data Pribadi Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Data pribadi Jokowi dan Ma’ruf Amin disebar hacker Bjorka ke internet.

Jakarta (Riaunews.com) – Perseteruan antara Pemerintah Indonesia dengan seorang hacker ber-nickname Bjorka makin menjadi-jadi.

Setelah sebelumnya melakukan doxing dalam bentuk ucapan selamat ulang tahun pada Menkominfo Johnny G Plate, kini yang jadi sasaran adalah RI 1 dan RI 2, alias data pribadi Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin yang diumbar ke jagad maya.

Dikutip dari Ayo Indonesia, sejak beberapa hari yang lalu, Warganet digemparkan oleh ulah Hacker yang bernama Bjorka. Dirinya berhasil membocorkan data SIM Card sebanyak 1,3 Juta penduduk Indonesia.

Sebelumnya, Bjorka semakin dikenal publik setelah berhasil mengungkap data salah satu bagian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Hal tersebut membuat respon kepada Bjorka dengan kata “Idiot” berkat aksinya tersebut.

Alhasil, Bjorka membalas ujaran “idiot” dengan menyebarkan data diri Jhonny Plate yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informasi melalui grup Telegramnya hingga tersebar ke media social Twitter.

Kominfo menjelaskan bahwa lembaga institusinya hanya melakukan tugas di bawah hukum yang tersedia.

Apabila ada hal yang melampaui kekuasaan hingga berseberangan dengan tupoksi lembaga, seperti adanya penyerangan Siber.

Hal tersebut diluar kewenangan karena bagian dari ruang digital yang secara domain dan teknis merupakan bagian dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Hingga saat ini, BSSN belum memberikan respon secara resmi tentang kebocoran dokumen negara.

Karena berdasarkan tupoksi, tanggung jawab ini merupakan milik BSSN.

Sebelumnya BSSN juga tidak berhasil menyelamatkan data yang Bjorka bocorkan yaitu 679.180 database penduduk Indonesia ditahun 2020. Dia bahkan menjual untuk ratusan ribu data warga Indonesia pada tahun tersebut.

Melalui akun Twitter @darktracer_int Bjorka mengungkapkan bahwa data yang telah dibobol olehnya antara lain, kebocoran data 17 juta pelanggan PLN dan 26 juta data user indihome.

Bjorka bahkan membongkar surat rahasia untuk Jokowi termasuk BIN diantaranya satu permohonan jamuan snack dari kepala bagian protokol dan tata usaha pimpinan.

Kemudian, permohonan dukungan sarana dan prasarana pengiriman kepala pusat pendidikan dan pelatihan.

Dan yang terakhir surat mengenai pemberhentian jabatan administrator dan pengangkatan dalam jabatan pimpinan tertinggi.

Dan yang terbaru, Bjorka meyebarkan data pribadi Presiden dan Wakil presiden, Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Beberapa aksi terakhirnya tertuju kepada data yang berkaitan dengan Presiden, keberaniannya semakin muncul setelah warganet ramai membela aksi Hacker Bjorka.

Hal ini bisa saja didasari karena masyarakat sudah mulai kecewa kepada pemerintah atas kenaikan BBM yang berimbas kepada bahan pokok lainya. Ditambah pemerintah tidak dapat menangani kebocoran data sejak tahun 2020.

Sampai detik ini, Pemerintah belum memberikan respon atas tindakan Hacker Bjorka mengenai kobocoran data Presiden dan wakil Presiden.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *