Mahasiswa Bengkalis Minta Pemerintah Cabut Izin PT Logomas Utama dan PT MAS

Demo Mahasiswa Bengkalis, meminta Pemrintah mencabut izin PT MAS dan Logomas Utama/Net

BENGKALIS (RiauNews.com) – Dua perusahaan PT Logomas Utama dan PT Meskom Agro Sarimas (MAS) diminta mahasiswa Bengkalis dicabut izinnya oleh pemerintah.

Permintaan ini disampaikan  mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Negeri (ASN) saat berunjuk rasa di kantor Bupati Bengkalis, Kamis (9/12/21).

Alasannya dua perusahaan yang berbeda bidang usaha ini seperti PT  MAS bergerak di bidang kebun kelapa sawit sedangkan PT Logomas Utama bergerak di tambang pasir laut di Pulau Rupat diduga telah merusak lingkungan.

Dalam orasinya Koordinator umum ASN, Muhammad Al Jupri mendesak Pemkab Bengkalis dan DPRD segera menyurati Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi, agar mencabut izin kedua perusahaan tersebut karena diduga telah merusak lingkungan di wilayah operasinya.

“Aktivis penambangan pasir laut yang dilakukan PT. Logo Mas Utama di perairan Rupat Utara diduga merusak biota laut, terumbu karang, habitat Dugong dan menimbulkan abrasi,” katanya.

“Bahkan, aktivitas PT Logo Mas Utama diduga dapat menenggelamkan Pulau Beting Aceh, dan Pulau Babi di Kecamatan Rupat Utara yang merupakan destinasi wisata andalan Provinsi Riau,”ujar Muhammad Al Jufri dalam orasinya.

Menurut ASN Pemerintah telah menetapkan Pulau Rupat sebagai sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata, akan tetapi diduga, namun anehnya pemerintah justru mengeluarkan izin usaha pertambangan (IUP) pasir laut kepada PT Logo Mas Utama di Daerah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut.

Selain itu lanjutnya, beroperasinya PT Logo Mas Utama di perairan Pulau Rupat membuat hasil tangkapan para nelayan di daerah tersebut berkurang, hal ini tentu sangat berdampak terhadap ekonomi nelayan.

Kehadiran  PT Meskom Agro Sarimas (MAS) kata mahasiswa tidak menguntungkan bagi masyarakat, malah sebaliknya perusahaan satu group dengan PT Tri Bakti Sarimas ini hanya membuat kerugian bagi masyarakat Bengkalis,

“Seperti sering terjadi kebakaran hutan di musim panas. Limbah pabrik MAS juga diduga juga membunuh hewan dilindungi serta menimbulkan abrasi di Pulau Bengkalis,”teriaknya lagi.

Selain itu, hadirnya perusahaan tersebut tidak memberikan kontribusi apa-apa kepada masyarakat sekitar karena para pekerja perusahaan kebanyakan dari luar Bengkalis.

Setelah berorasi sekitar setengah jam, massa ASN diterima oleh staf ahli Bupati, Andri Warsono dan Hermanto. Kepada massa ASN utusan Bupati seolah-oleh buang badan mengatakan masalah izin kedua perusahaan tersebut merupakan kewenangan provinsi, bukan Kabupaten.

Setelah mendapat penjelasan, massa yang terdiri dari mahasiswa STAIN, STIE, Polbeng tersebut membubarkan diri dan kembali ke kampus masing-masing.

Dimintai tanggapannya manejer PT MAS, Gunawan tidak mau berkomentar, permintaan tanggapan melalui pesan Whattshap hanya dibaca.

 

Pewarta : Edi Gustien

Tinggalkan Balasan

Next Post

MUI Kritik Menpan RB yang Masih Sibuk Radikal-Radikul Padahal Musuh Bersama Adalah KKN

Jum Des 10 , 2021
436 Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas angkat suara terkait belasan calon Eselon 1 yang gagal lolos […]
Anwar Abbas Minangkabau
%d blogger menyukai ini: