Jumat, 9 Desember 2022

TNI AU perbaiki rumah warga yang tertimpa kursi pilot pesawat

Prajurit TNI AU memperbaiki rumah yang atapnya terkena kursi pilot pesawat Hawk yang jatuh. (Foto: MCR)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sejumlah prajurit TNI AU dikerahkan untuk memperbaiki atap rumah warga yang rusak karena tertimpa kursi pelontar pesawat, saat pilot berusaha menyelamatkan diri dari pesawat yang jatuh, pada Senin (15/6/2020).

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Letkol M Zukri, membenarkan kegiatan pebaikan rumah warga tersebut.

“Iya (atap rumah warga) sudah ditutup,” kata Zukri, Selasa (16/6/2020).

Baca: Cerita pegawai PLN yang rumahnya hancur tertimpa pesawat TNI AU

Adapun rumah yang tertimpa kursi pilot tersebut adalah milik Emwir yang ditempati Dede dan Lina. Rumah itu berada di Jalan Sialang Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Pantauan di lokasi, kondisi atap yang ditutup terlihat tidak rata. Pemilik rumah juga sedang beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, rumah warga lainnya yang tertimpa badan dan puing-puing pesawat masih dalam kondisi rusak. Zukri menyebutkan, pihaknya segera memperbaiki.

“Akan diperbaiki,” kata Zukri singkat.

Lina mengaku atap rumah warga yang ditimpa kursi pilot pesawat Hawk 0209 mulai diperbaiki. Meski kondisi atap baru ditempel jenis atap seng yang sama, namun plafon rumah belum diperbaiki.

“Kalau atapnya sudah diperbaiki sejak sore kemarin. Seng yang bolong sudah ditutup. Kalau plafonnya hari ini,” kata Lina.

Rumah Lina menjadi salah satu dari tiga rumah yang rusak akibat insiden jatuhnya pesawat Hawk 0209 TT yang dipiloti Lettu Pnb Apriyanto Ismail pada Senin (15/6) kemarin.

Beruntung, rumah yang ditempati Lina dan suaminya Dede itu hanya mengalami kerusakan pada atap dan plafon akibat tertimpa kursi pelontar pilot.

Baca: Ini kronologi jatuhnya pesawat Hawk TNI AU menurut KASAU

Rumah itu berada sekitar 500 meter dari lokasi persis jatuhnya pesawat.

Sementara, rumah yang mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum tampak dilakukan perbaikan.***

Tinggalkan Balasan