Rabu, 24 Juli 2024

Malaysia lockdown, ratusan WNI pulang mendadak melalui Selatpanjang

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang.

Selatpanjang (Riaunews.com) – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia terpaksa pulang secara mendadak, seiring dengan diberlakukannya lockdown oleh pemerintah negara jiran tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang Maryana menyatakan, ada 191 WNI asal Kepulauan Meranti yang telah dipulangkan dari Malaysia terhitung sejak 17 dan 19 Maret 2020.

Dirincikan bahwa pada tanggal 17 Maret 2020 ada 94 orang yang tiba di Kepulauan Meranti dimana 91 merupakan WNI dan 3 WNA, lalu pada 19 Maret 2020 ada 100 orang yang tiba di Selatpanjang dari Malaysia dan semuanya merupakan WNI.

Pada tanggal 18 Maret tidak ada pelayaran kapal dari Malaysia ke Selatpanjang.

“Dari 91 WNI yang pulang pada Selasa (17/3) kita dapati ada tiga orang WNA. Tapi besoknya langsung kembali ke Negara asalnya Malaysia atas kemauan sendiri. Jadi mereka bertiga saja yang menaiki Kapal Elugo kemarin,” ungkap Maryana, Kamis (19/3/2020), dilansir Tribunnews.

Terkait pengawasan, Maryana mengaku pihaknya hanya melakukan pendataan saja.

Itu pun menurut dia, hanya bagi WNI yang melangsungkan kedatangan atau keberangkatan melalui jalur internasional, Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang.

Namun Maryana mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa orang warga Meranti yang berada di Malysia saat ini.

“Kalau jumlah WNI di sana kita tidak tahu, karena mereka yang pulang dari Tanjungbalai, tidak semuanya melalui Selatpanjang, Selain itu mereka yang mengurus paspor juga tidak bisa dipastikan semuanya berangkat ke sana.” Ujarnya.

Namun demikian Maryana menyarankan sesuai arahan pemerintah pusat agar WNI yang berada di luar negeri agar segera kembali seperti dari negara Malaysia mengingat Negera tersebut juga sudah menyatakan lockdown.

“Itu sesuai dengan arahan pemerintah pusat, bisa ada kesulitan kembali dari sana bisa menyampaikannya melalui Konsulat Jendral RI yang ada di Johor,” ungkapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *