Rabu, 1 Februari 2023

Sejumlah Daerah di Meranti Terendam Usai Diguyur Hujan Lebat

Banjir di Kabupaten Kepualauan Meranti diperparah dengan rob. (Foto: Cakaplah)

Selatpanjang (Riaunews.com) – Hujan yang mengguyur wilayah Kepulauan Meranti sejak Ahad (22/1/2023) malam hingga Senin hari ini, menyebabkan banyak daerah terendam air. Kondisi diperparah karena pada saat bersamaan, terjadi banjir rob.

Menurut Plt Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, Eko Setiawan, hasil pantauannya dengan pihak terkait seperti TNI, Polri, pihak kecamatan dan warga setempat, dan laporan yang diterima, memang sebagian besar daerah di Kepulauan Meranti diguyur hujan dan beberapa diantaranya tergenang air. Paling parah terjadi di Tebingtinggi Barat tepatnya di Desa Kundur, Desa Batang dan Desa Mekong dan daerah yang berada di pesisir.

“Dilihat banjirnya, yang terdalam sepertinya di daerah Tebing Tinggi Barat,” kata Eko Setiawan, Senin (23/1/2023).

Dilansir Cakaplah, banjir atau genangam air yang paling parah terjadi di daerah yang terletak di pesisir. Seperti di Desa Kundur, Desa Batang Malas dan Desa mekong. Selain akibat curah hujan, air banjir juga terjadi karena saat ini masuk musim pasang rob.

“Kalau dilihat dari air pasang sekitaran pesisir laut dan sungai dipastikan terkena banjir rob. Saat air hujan merendam sebagian daerah, terjadi pasang rob, ini yang membuat air lama surutnya,” ujar Eko.

Kata Eko, menjelang sore ini, air sudah berangsur-angsur surut. Meski tidak ada korban seperti rumah rubuh atau hanyut, BPBD tetap akan mendirikan posko di daerah yang tergenang air, diantaranya di Desa Kundur dan Desa Mekong.

“Kalau sampai hanyut (rumah, red), tidak ada. Tapi kalau masuk air dan terendam, banyak,” kata Eko.

Terpisah, Kades Mekong Lisya Kumala SKM mengatakan, banjir seperti ini sangat jarang terjadi. Katanya, tak sedikit rumah warga di Desa Mekong yang terendam air.

Lisya juga mengimbau warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi warga yang memiliki anak kecil. Jika ada warga yang mulai terganggu kesehatan, diminta cepat melapor agar bisa segera ditangani.

“Kami terus memantau di titik-titik terparah. Kami juga mengimbau agar anak-anak tidak dibenarkan bermain air di dekat parit. Kondisi seperti ini memang harus diwaspadai, kita tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Lisya.***

Tinggalkan Balasan