Sabtu, 13 Juli 2024

89 dari 94 Persil Lahan Untuk Pembangunan Flyover Simpang Panam Sudah Dibebaskan

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Kemacetan kerap terjadi di Simpang Panam Pekanbaru, apalagi jika lampu lalu-lintas tidak berfungsi.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Rencana pembangunan flyover di Simpang Panam, tepatnya di perempatan Jalan HR Subrantas dengan Jalan Garuda Sakti Pekanbaru, terus digesa.

Hingga saat ini pembebasan lahan masyarakat yang terkena proyek tersebut terus dilakukan Pemerintah Provinsi Riau.

Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan, sebanyak 89 persil lahan milik masyarakat yang terkena proyek pembangunan flyover tersebut sudah clear.

“Kami baru selesai rapat koordinasi, ada beberapa hal yang kita bahas kesiapan infrastruktur 2024 ini. Ada tadi pertama kesiapan kita untuk permasalahan flyover di Garuda Sakti, jadi kita dapat laporan ada 94 persil, yang sudah clear itu 89 persil. Tinggal lima persil lagi yang belum diketahui pemiliknya,” ujar SF Hariyanto, usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau, Selasa (16/4/2024).

“Kita lagi mencari orangnya yang lima persil tersebut. Tadi saya minta kepada Dinas terkait meminta surat ke PUPR, karena ini pembebasan lahan kerja sama Pemprov Riau, ruas ini nanti akan menghubungkan Pekanbaru-Sumbar, dan juga jalan dari Dumai juga dari sana,” tambah Pj Gubri.

Pj Gubri menjelaskan, padatnya lalu-lintas menyebabkan kemacetan yang cukup panjang di Jalan HR Subrantas. Sehingga perlu dibangun flyover untuk mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di wilayah Panam tersebut.

“Padatnya luar biasa jalan Subrantas ini. Saya harapkan juga tadi jalan Subrantas menuju Pekanbaru juga diperlebar lagi, karena walau pun cepat lewat tol, tapi jalan Subrantasnya macet juga ya tidak ada juga gunanya,” kata SF Hariyanto.

Untuk diketahui, Pemprov Riau telah mengalokasikan anggaran hingga Rp70 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan flyover Simpang Panam. Flyover ini akan menghubungkan jalan dari Pekanbaru menuju Kampar.

Untuk pembangunannya ditargetkan baru akan mulai dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang. Namun, untuk pembangunan fisik jembatan layang tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.***

Sumber: Media Center Riau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *