Rabu, 17 Agustus 2022

Penemuan bayi penuh luka gores di selokan gegerkan warga Pangkalan Kerinci

Bayi yang dbuang di Pangkalan Kerinci kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Selasih (Sumber: Tribun Pekanbaru)

Pangkalan Kerinci (Riaunews.com) – Penemuan bayi berjenis kelamin perempuan penuh luka gores di selokan, hebohkan warga Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan pada Jumat pagi sekira pukul 4:30 WIB, (15/7/2022).

Seperti dilansir GoRiau.com, bayi tersebut diduga belum lama dibuang orang tuanya lantaran tali pusarnya masih menempel. Bayi tak berdosa ini ditemukan di belakang rumah salah satu warga Jalan Keluarga, Gang Ibadah  RT 003 RW 007, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelawawan, Riau.

Berdasarkan penjelasan dari warga yang menemukan, Marta Lisbet Panggabean, mengatakan awalnya ia mendengar suara tangisan bayi saat tengah tidur. Lisbet terbangun kerena mimpi menemukan bayi an kemudian perempuan itu kembali tidur

sekitar pukul 4:30 WIB, ia bangun dan segara ke dapur untuk memasak. saat memasak, sayup sayup ia mendengar suara mirip suara kucing mengeong. Namun semakin lama, semakin jelas bahwa itu adalah tangisan bayi dari arah selokan belakang rumahnya. Marta pun memberanikan diri untunk memeriksa selokan tersebut.

“Pas awal terdengar, saya pikir suara kucing. Rupanya anak bayi di dalam selokan,” ungkap Rommel menceritakan kembali penjelasan saksi mata dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Kepala Dinas Sosial Pelalawan, Ewin Rommel Nainggolan mengatakan bahwa bayi malang tersebut  kini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Amalia Medika untuk pertolongan pertama.

Selanjutnya, bayi tersebut di bawa ke fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah daerah (pemda) yakni RSUD Selasih untuk perawatan intensif.

“Sekarang sudah kita amankan ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Selasih. Bayi itu ditangani di sana sekarang. Kondisinya semakin membaik” Terang Ewin Rommel

Ewin Rommel juga menambahkan bahwa tim RSUD Selasih menemukan beberapa luka sayatan pada tubuh bayi itu dan dibersihkan.  setelah ditimbang, bobotnya mencapai 3 kilogram dan panjang 42 Centimeter.

“Dimandikan lagi karena badannya kotor, karena dari selokan. Saat ditemukan, sudah sempat membiru badannya. Kami sangat prihatin melihatnya,” Ujar Ewin Rommel.

Tinggalkan Balasan