Rabu, 10 Agustus 2022

8 Karyawan PTT Tewas Ditembak Teroris KKB Papua, Mahfud Minta Dilihat Sebagai Keadaan Normal

Menko Polhukam Mahfud MD dan KSAD Dudung Abdurrachman. (Foto: Okezone)

Jakarta (Riaunews.com) – Sebanyak delapan orang karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) tewas tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB) pada awal Maret 2022.

Dengan adanya insiden penembakan ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam) Mahfud MD saat ditanya langka pemerintah untuk mengatasi kerusuhan Papua mengatakan jika Papua harus dilihat dengan keadaan yang normal.

Menurut Mahfud MD, langkah itu adalah hal yang wajar dengan menganggap normal keadaan di Papua sama dengan wilayah lainnya.

“Mengoptimalkan institusi-institusi penegak hukum, institusi penjaga keamanan dan pertahanan tentu saja, serta menguatkan pemerintahan territorial, operasi territorial, itukan yang sudah digariskan Presiden, jadi normalkan itu Papua. Papua itu harus dilihat sebagai keadaan normal, karena dianggap tidak normal juga tidak produktif, kan”, kata Mahfud MD, dikutip dari laman CNN Indonesia, Senin (7/3/2022).

Mahfud kemudian mencontohkan Papua dengan wilayah lainnya yang dianggap normal. Menurutnya hasil rampasan senjata di Papuah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah yang lain.

“Misalnya kita mau rampas senjata, itu Cuma dapat berapa, 111 dalam setahun misalnya. Sementara ditempat lain yang normal itu dimaluku, Jakarta itu sudah ribuan, kan sebenarnya di sana itu normal, tinggal bagaimana mengefektifkan institusi-institusi ini agar tidak di dramatisir, kan yang banyak dramatisasi di berita”, katanya lagi.

Mahfud juga menyampaikan jika delapan karyana PTT yang tewas di Kabupaten Puncak, Papua sedang dalam penanganan aparat.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Mardeka (TPNPB-OPM) juga telah menyatakan bahwa pihaknya akan bertanggungjawab terhadap insiden ini.

“Komnas TPNPB-OPM dibawah pimpinan Jenderal Goliat Tabuni dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen bertanggungjawab atas penyerangan di Boega, Kabupaten Puncak, Papua” kata Jubir TPNPB-OPM.

Tinggalkan Balasan